Asah Kemampuan Anggota, Polresta Banjar Gelar Latihan Menembak

SELASA 7 MARET 2017

BANJAR—Latihan menembak merupakan latihan yang rutin di lakukan oleh personil polri di lingkungan Polres Kota Banjar, Polda Jawa Barat. Tujuan dari latihan menembak tersebut, mengasah kemampuan, guna melumpuhkan para pelaku kejahatan, dan tindak kriminal yang bertebaran di jalanan.

Latihan menembak Polresta Banjar.
“Kemampuan menembak tersebut harus dimiliki oleh seluruh anggota Polri. Kemampuan ini diperlukan oleh seluruh anggota jajaran kepolisian. Gunanya tentu saja untuk menghadapi pelaku tindak kriminal, atau bisa saja sewaktu-waktu dihadapkan dengan kondisi mendesak, ujar Kapolres Kota Banjar, AKBP. Twedi AB. S.Sos., S.IK., M.H., kepada para awak media menuturkan, Selasa (07/03).

Kapolres Kota Banjar, AKBP. Twedi AB. S.Sos., S.IK., M.H., mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mengasah kemampuan dan keterampilan tersebut yang salah satunya dengan cara menembak dengan menggunakan senjata api, adapun jenis senjata api yang di gunakan dalam pelatihan menembak yaitu, jenis revolver  dan pistol Taurus, serta  senjata laras panjang jenis SS1-V2.

Masih menurut Kapolres Kota Banjar, AKBP. Twedi AB. S.Sos., S.IK., M.H., Latihan menembak ini bertujuan meningkatkan teknik dan taktik serta guna meningkatkan kemampuan para personil dalm menggunakan senjata api baik yang laras panjang maupun yang laras pendek,.

Pada saat melaksanakan tugas di lapangan sudah bisa meminimalisir terjadinya pelanggaran atau kesalahan prosedur dalam penggunaan senjata api.  Pelaksanaan latihan menembak tersebut di laksanakan  di Lapangan Tembak Batalyon Infanteri 323 Raider Buaya Putih/Kostrad Kota Banjar, Jawa Barat.

Adapun sebelum dilakukan latihan menembak, terlebih dahulu seluruh anggota mengikuti apel dan diberi arahan oleh Instruktur tentang cara menembak mulai dari cara memegang senpi yang benar, cara membidik sasaran dengan melihat terlebih dahulu garis bidik baru kemudian satukan dengan poros.

Selanjutnya sikap dalam melakukan tembakan (ada 2 cara yaitu yang pertama berdiri dengan menggunakan satu tangan.  Cara yang kedua adalah berdiri dengan menggunakan 2 tangan. Cara yang paling efektif untuk melakukan tembakan adalah berdiri dengan menggunakan 2 tangan), hingga cara menekan  penarik / picu senjata api dengan perlahan-lahan (tidak tergesah-gesah)”.

Setiap penembak diberikan Amunisi oleh Instruktur, dengan jarak 70 meter untuk senpi laras panjang dan jarak 35 meter untuk senpi laras pendek, dari sasaran tembak dan menggunakan cara / posisi berdiri dengan menggunakan 2 tangan dan 1 tangan. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan anggota di bidang menembak. Sebelumnya untuk para peserta menembak diwajibkan mengikuti tes psikologi guna syarat nantinya para anggota memegang senpi dinas.

Jurnalis: Baehaki Effendi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Baehaki Effendi

Lihat juga...