Ukulele Mahardika Instrumen Manfaatkan Kayu Lokal

SENIN 6 FEBRUARI 2017
BANDUNG—Dalam pembuatan alat musik ukulele, kualitas kayu lokal nyatanya boleh diadu dengan kayu impor. Salah satu produsen alat musik petik asal Kota Bandung, Mahardika Instrumen pun cenderung memanfaatkan kayu lokal.
Okulele  buatan Mahardika.
Pembelinya pun tak hanya ada di Indonesia. Okulele garapan Mahardika Instrumen sudah merambah ke Timur Tengah.
“Kayu lokal yang sering saya pakai mahoni, albasiah, sonokeling juga ebony (kayu hitam),” kata Andy Mahardika (30) pemilik Mahardika Instrumen. 
Memang dia katakan, membuat ukulele memiliki kesulitan yang tinggi. Salah serut kayu sedikit saja bisa mengubah suara. Karena itu hingga saat ini Andy masih turun langsung dalam pengerjaannya.
“Saat ini 80 persen saya bikin sendiri. Ada juga yang bantu tapi yang ringan-ringan saja seperti menghaluskan atau detail-detail yang lain. Saya belum bisa melepas, karena belum menemukan (tenaga kerja) yang sesuai standar,” paparnya.
Andy punya mimpi memproduksi ukulele secara masal. Hanya saja dia tahu persis membutuhkan modal yang tak sedikit untuk mendirikan manufactur. Tak melulu soal materi, namum tenaga kerja pun harus yang benar benar andal.
“Harapan saya ke depan bisa bikin yang ukulele yang ber-seri. Tapi ada dua, yang custom order tetap ada,” pungkasnya. 
Jurnalis: Rianto Nudiandsyah/Editor:Irvan Sjafari/Foto: Rianto Nudiansyah
Lihat juga...