Toleransi Harus Terjadi di Semua Bidang Kehidupan

JUMAT, 24 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Toleransi bukan saja di bidang agama tapi toleransi juga harus di bidang sosial dan lainnya. Bila semua orang menyadarinya maka kenyamanan di negara kesatuan Republik Indonesia akan tercipta dan negeri ini tetap utuh dan jaya. Karena itu buku Post Sekularisme Toleransi dan Demokrasi yang disodorkan Pater Dr. Otto Gusti Madung perlu diapresiasi dan menjadi pegangan serta pedoman bagi masyarakat khususnya di Sikka untuk menjaga sikap toleransi dalam kehidupan bersama.

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera (tengah) bersama penulis buku Pater Dr. Otto Gusti Madung, SVD (kiri) dan Wakil Rektor Unipa Dr. Gery Gobang.

Demikian disampaikan Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, saat membuka dengan resmi kegiatan bedah buku Post Sekularisme Toleransi dan Demokrasi karya Pater Dr. Otto Gusti Madung di aula Nawacita Unipa Maumere, Jumat (24/2/2017).

“Peristiwa 4 September dan 2 Desember di Jakarta  yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi diskusi hangat terkait toleransi di negara Berbhinneka Tunggal Ika yang terancam dan demokrasi yang sedang mengalami ujian,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo, kata bupati Ansar, mengatakan, demokrasi saat ini sedang kebablasan dan itu ditanggapi oleh pakar  hukum tata negara  yang menyatakan demokrasi bukan keblabasan tapi memang Indonesia sedang belajar berdemokrasi.

“Kalau demikian menjadi pertanyaan apakah kita sedang belajar demokrasi? Demokrasi liberal atau demokrasi Pancasila yang kita miliki sejak negara ini berdiri,” sebutnya.

Dalam Demokrasi Pancasila, lanjut mantan Wakil Bupati Sikka ini, mengutamakan musyawarah mufakat. Nilai musyawarah untuk mufakat ini yang disepakati oleh para pendahulu justru digali dari bumi Indonesia sendiri dari budaya yang hidup dalam masyarakat Indonesia.

Di Kabupaten Sikka, demikian Ansar, dikenal adanya Kula Babong. Yaitu bicara bersama yang menjadi salah satu spirit dan sarana demokrasi yang hidup di Nian Sikka yang menanamkan nilai toleransi dan nilai tanggung jawab.

“Dalam Kula Babong semua warga masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk mengemukakan pendapat, mendengar dan menghargai pendapat orang lain. Tapi keputusannya menuntut tanggung jawab dalam pelaksanaan,” papar Ansar. 
 
Sementara itu yang mewakili Ketua Badan Semi Otonom PMKRI Cabang Maumere St.Thomas Morus, Oby da Gomez, dalam sambutannya menyampaikan, organisasinya melihat karya Pater Dr. Otto Gusti Madung dengan judul sangat relevan dan layak dibedah dan didiskusikan secara bersama dan diharapkan masalah yang mengancam negara Bhinneka Tunggal Ika yang sementara terjadi dapat dimengerti dengan baik dan mencari solusi yang tepat.   

Hadir dalam kesempatan itu sesepuh masyarakat Kabupaten Sikka, Oskar Mandalangi Parera, mantan anggota DPRD Sikka E.P. da Gomez, Wakil Rektor I Universitas Nusa Nipa Maumere Dr. Gery Gobang, M.A., Pater Dr. Otto Gusty Madung serta ratusan mahasiswa Unipa dan STFK Ledalero.

 Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera,

Kegiatan seminar dan bedah buku Post Sekularisme Toleransi dan Demokrasi karya Pater Dr. Otto Gusti Madung ini terselenggara atas kerja sama Badan Semi Otonom PMKRI Cabang St. Thomas Morus Maumere, Program Studi Komunikasi Universitas Nusa Nipa, Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, STFK Ledalero dan Yayasan Sanres.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...