Sumbar Siapkan Paket Wisata Sambut Target 15 Juta Wisatawan

SELASA 21 FEBRUARI 2017

PADANG—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan memanggil sejumlah pihak untuk menindaklanjuti hasil rapat koordinasi (rakor) yang dilakukan kemarin di Jakarta bersama Menteri Pariwisata dan Menteri Perguhubungan. Dalam rakor itu, pemerintah menyampaikan dan menetapkan target wisatawan masuk ke Indonesia sebanyak 15 juta untuk tahun 2017.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
Gubernur Sumtera Barat Irwan Prayitno mengatakan, Sumbar yang merupakan daerah memiliki sejumlah destinasi wisata, maka perlu untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak, seperti PT. Angkasa Pura II, ASITA, biro perjalanan wisata, pengusaha perhotelan, penguasaha restaurant. Pertemuan itu untuk menyiapkan paket-paket wisata yang disiapkan untuk menggaet wisatawan masuk ke Sumbar.
“Ya, saya kumpulkan sejumlah pihak itu, nanti dalam pertemuan itu akan menghasilkan sebuah paket wisata. Jadi masing-masing pihak tersebut akan diminta komitmennya untuk membantu meningkatkan jumlah wisatawan yang masuk ke Sumbar,” katanya, Selasa (21/2/2017).
Menurutnya, jika paket wisata telah disiapkan, pihak biro travel ataupun ASITA akan mudah untuk mempromosikan destinasi wisata di Sumbar. Artinya, untuk menyabutkan mereka yang datang, perlu juga ada kesiapan seperti hotel tempat menginap, dan restoran untuk wisatawan bisa menikmati kuliner dan masakan Sumbar.
“Nanti saya juga akan meminta kepada pihak PT. Angkasa Pura II agar memberikan harga tiket pesawat yang murah, sebagai upaya untuk memudahakan wisatawan datang ke Sumbar,” tegasnya.
Diakuinya, untuk penerbangan yang tersedia saat ini Bandara Internasional Minangkabau (BIM) untuk luar negeri, baru dari Padang-Malaysia. Sementara untuk Padan -Singapura tengah diupayakan, dan rencana tersebut sudah lama  dilakukan, dan ia berharap usulan untuk penerbangan Padang – Singapura tersebut  segera diberlakukan.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Sumbar,  Oni Yulvian mengatakan, saat ini Pemprov Sumbar belum menetapkan target jumlah wisatawan untuk masuk ke Sumbar. Hal ini dikarenakan perlu mengeluasi kembali penghitungan wisatawan yang masuk ke Sumbar.
“Selama ini yang dihitung melalui jalur udara yakni wisatawan yang masuk di BIM. Sementara masih ada wisatawan yang masuk ke Sumbar masuk melalui jalur darat. Jadi saya tidak berani menetapkan jumlah, karena hitung-hitungan saja belum jelas,” tutupnya.
Jurnalis: Muhammad Noli hHndra/editor: Irvan sjafari/Foto: Muhammad Noli Hendra
Lihat juga...