Puluhan Kendaraan Rusak Saat Lintasi Jalinsum

SENIN, 13 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Kerusakan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di beberapa titik membuat sejumlah kendaraan harus lebih berhati-hati saat melintas dari sejumlah wilayah di Provinsi Lampung menuju ke wilayah Provinsi Sumatera Selatan dengan banyaknya jalan yang berlubang. Kerusakan yang terjadi di ruas Jalinsum tersebut di antaranya pada jembatan Way Kuripan, Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, di KM 67 dan KM 80/81 Dusun Penegolan, Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, dengan kondisi jalan penuh lubang dan membahayakan pengguna jalan.

Pengendara motor berhati-hati melintasi jalanan yang rusak.

Kerusakan ruas Jalinsum KM 80/81 Dusun Penegolan tersebut, bahkan berakibat sebuah kendaraan truk fuso warna hijau kombinasi dengan nomor polisi BE 9197 DO dengan muatan bahan bangunan berupa asbes mengalami patah as. Menurut pengemudi, Joni (34) kendaraan yang patah as tersebut terjadi saat kendaraan truk asal Tangerang tujuan Bandarlampung itu keluar dari Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan melewati ruas Dusun Penegolan yang dipenuhi lubang menganga serta kubangan air.

“Kondisinya hujan dan gelap. Tadi melintas saat Subuh ban sebelah kiri depan terperosok dan berimbas pada as roda bagian depan patah. Hingga kini belum dievakuasi karena harus menurunkan muatan sebelum disingkirkan,” terang Joni, pengemudi kendaraan truk yang terperosok saat dikonfirmasi Cendana News di Jalinsum KM 80/81, Senin (13/2/2017).

Kondisi kerusakan di beberapa titik Jalnsum tersebut semakin parah dan mengganggu arus transportasi, selain mengakibatkan kerusakan kendaraan. Juga kerap dikeluhkan warga, pengendara kendaraan di wilayah Lampung Selatan terutama pekerja yang sehari-harinya melakukan aktivitas melintasi jalan tersebut.

Andi, warga Desa Hatta yang setiap hari melintas mengaku, berharap ada perbaikan dari instansi terkait terutama di titik-titik jalan berlubang yang berada di ruas jalan nasional tersebut. Ia juga menyayangkan, belum ada upaya perbaikan pada ruas jalan di Penegolan yang semakin parah akibat kondisi berlubang. Seperti kubangan dengan diameter mencapai 100 centimeter, ditambah dengan kondisi curah hujan tinggi yang kerap terjadi akhir-akhir ini.

Beberapa kali upaya dilakukan penambalan oleh pihak terkait untuk perbaikan. Namun, dengan adanya aktivitas kendaraan pembawa material tanah timbunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang melintas di ruas Jalinsum dengan kendaraan bertonase berat berisi batu dan tanah, akibatnya kendaraan yang akan melintas terpaksa mengurangi laju kendaraan yang akan melintas di lokasi tersebut.

Tanah berlubang di jalanan padat pengguna jalan yang mengganggu kenyamanan perjalanan.

“Selain mengakibatkan ketidaknyamanan bagi pengendara, di ruas jalan ini cukup mengganggu karena dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab melakukan aksi kriminalitas dengan memalak meminta uang kepada sejumlah pengemudi truk terutama pada malam hari,” terang Andi.

Kerusakan beberapa titik jalan terutama yang digunakan kendaraan pengangkut material JTTS mendapat tanggapan dari pelaksana proyek JTTS. Melalui Humas PT Pembangunan Perumahan (PP), Yus Yusuf, sebelumnya telah memerintahkan kepada PT LMA selaku sub kontraktor untuk penyediaan kendaraan pengangkut material tol dengan melakukan penimbunan pada jalan berlubang.

“Sudah dilakukan penimbunan untuk sementara karena ruas jalan yang berlubang tersebut masih terus dilintasi kendaraan,” terang Yus Yusuf.

Dampak kecelakaan lalu lintas yang berimbas kemacetan pada ruas Jalinsum KM 80/81 Dusun Penegolan, Kecamatan Bakauheni tersebut, mendapat respon dari Ajun Komisaris Polisi Mubiarto Banu Kristanto S.Ik, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Selatan. AKP Mubiarto, mengungkapkan, Satlantas Polres Lampung Selatan telah melakukan pendataan beberapa titik di Jalinsum yang mengalami kerusakan termasuk di KM 80/81 Desa Penegolan yang berimbas kendaraan mengalami patah as.

“Data kita di ruas jalan nasional di Lampung Selatan ada banyak puluhan jumlahnya dan sudah kita koordinasikan dengan pengelola jalan nasional Kementerian Pekerjaan Umum,” ungkap AKP Mubiarto.

Sebuah truk hampir ambruk melintasi jalanan yang berlubang.

Koordinasi dengan pengelola jalan nasional melalui pejabat pembuat komitmen (PPK) tersebut, bahkan dilakukan mengingat beberapa kerusakan jalan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas di beberapa titik. Upaya perbaikan, ungkap Mubiarto, akan segera dilakukan di ruas jalan nasional meski pihaknya mengaku belum mendapat jawaban pasti terkait perbaikan di beberapa titik. Di antaranya jembatan Way Kuripan dan KM 80/81. Sementara, langkah antisipasi Satlantas dengan memberikan rambu-rambu peringatan di jalur jalan yang rusak dan rawan kecelakaan.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...