Pemda Sikka Lakukan Pungutan Retribusi Perdagangan Ikan

JUMAT, 24 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka telah melaksanakan pemungutan retribusi dari para pedagang ikan antarpulau maupun pabrik ikan yang melakukan ekspor ikan dari Kabupaten Sikka baik melalui pelabuhan laut maupun udara.

Ikan Cakalang dan Tuna yang dijual pedagang di TPI Alok Maumere.

Dari setiap kilo ikan yang dikirim ke luar daerah, Pemda Sikka menarik retribusi sebesar 150 rupiah sebab selama ini tidak ada biaya sepeser pun yang masuk ke kas daerah dari hasil pengiriman ikan sehingga pemerintah daerah terkesan tidak mendapat manfaat.

Demikian disampaikan Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, saat memberikan bantuan sarana penangkapan ikan bagi para nelayan di Kabupaten Sikka, Jumat (24/2/2017).

Dikatakan Ansar, sapaannya, Dinas Perikanan Kabupaten Sikka sebelumnya sudah mengumpulkan para pedagang dan perusahaan ikan sehingga disepakati untuk satu kilo ikan yang dikirim Pemda Sikka mendapat 150 rupiah.

“Meski kecil namun jumlah ini bisa meningkatkan pendapatan daerah yang selama ini tidak pernah terjadi dan jumlahnya pun sangat signifikan untuk menambah pendapatan asli daerah,” sebutnya.

Uang yang ada pun, lanjut Ansar, nantinya juga akan dikembalikan lagi dalam bentuk pembangunan fasilitas perikanan dan bantuan sarana bagi para nelayan yang tidak mampu guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pemerintah Kabupaten Sikka, beber Ansar, juga gencar melakukan pembangunan jembatan tambatan perahu (JTP). Sejak tahun 2013 pembangunan dilakukan di beberapa pulau di wilayah pantai utara Kabupaten Sikka.

“Pembangunan setiap tahun dilakukan. Tahun 2016  dibangun 3 tambatan perahu di Desa Watumilok Waipare, Pulau Kojagete Kecamatan Alok dan di Ndete, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda,” terangnya.

Pemerintah juga, tambah mantan sekretaris daerah Kabupaten Ende ini,  membangun pemecah gelombang di pantai selatan tepatnya di Paga dan sedang direncanakan membangun kolam labuh di Maulo’o, Kecamatan Paga dan Desa Ipir Kecamatan Bola yang semuanya berada di pantai selatan Pulau Flores yang masuk wilayah Kabupaten Sikka.

Ismali salah seorang nelayan asal Pulau Pemana yang ditemui Cendana News di lokasi pembagian bantuan alat tangkap mengaku, memang ada peningkatan bantuan pemerintah di sektor kelautan bagi para nelayan namun dirinya berharap agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran dan dimanfaatkan secara maksimal.

Disebutkan Ismail, masih banyak warga di pesisir pantai selatan yang belum mendapat bantuan alat tangkap sehingga pemerintah perlu membantu warga nelayan di sana agar tidak ada kecemburuan.

“Memang kita perlu meningkatkan perkembangan sektor kelautan dan perikanan  sehingga bantuan harus benar-benar tepat sasaran dan harus merata bagi nelayan yang berdiam di pesisir pantai utara dan selatan,” ungkapnya.

 Kapal ikan bantuan dari pemerintah bagi para nelayan di Kabupaten Sikka.

Ismail juga berharap agar aksi pengeboman ikan yang masih kerap terjadi di pantai selatan Sikka perlu ditangani secara serius. Pemerintah perlu bekerja sama dengan angkatan laut dari Lanal Maumere dalam melakukan patroli.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...