Bupati Sikka: Pembangunan Rumah bagi Pengungsi Palue Mubazir

JUMAT, 24 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Bupati Sikka mengeluhkan tidak terpakainya rumah yang dibangun mengunakan dana dari pemerintah pusat dan pemerintah Kabupaten Sikka bagi warga Pulau Palue Kecamatan Palue yang harus diungsikan akibat meletusnya gunung api Rokatenda di Pulau Palue bulan Agustus 2013.


Rumah bagi pengungsi Palue di Pulau Besar yang tidak ditempati dan dibiarkan telantar.

Demikian disampaikan Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, saat memberikan bantuan sarana perikanan bagi para nelayan di berbagai kecamatan di Kabupaten Sikka, Jumat (24/2/2017) di TPI Alok Maumere.

Dikatakan Ansar, sapaannya, kalau untuk Pulau Palue hampir semua desa ada pantai dan memang butuh perhatian pemerintah di sektor kelautan. Tapi bagi wilayah daratan ada larangan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi bagi warga Palue membangun rumah dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah Gunung Rokatenda.

“Di darat sejauh 3 kilometer dari gunung api Rokatenda tidak boleh ada pemukiman sehingga pemerintah sudah membangun rumah di Pulau Kojagete tapi sampai saat ini belum ada pengungsi yang mau tinggal di rumah tersebut,” sesalnya.

Ditambahkan Ansar, dirinya sampai mengatakan kepada warga Palue agar menganggap rumah tersebut merupakan rumah kedua sehingga bila gunung Rokatenda meletus warga Palue bisa tinggal di Pulau Kojagete atau sering disebut Pulau Besar.

Pemerintah juga lanjutnya, sudah melengkapi lokasi pengungsian tersebut dengan membangun fasilitas dermaga, jalan, listrik dan air minum namun belum ada yang mau menempati meski di Pulau Palue air bersih sangat susah diperoleh warganya.

“Tapi untuk Pulau Palue perlu ada perencanaan pembangunan secara baik dan perlu dibuat master plan berdasarkan mitigasi sebab pulau tersebut termasuk daerah bencana,” terangnya.

Ansar pun menegaskan, jadi atau tidaknya pembangunan tersebut tergantung kepada orang Palue apakah mereka berpihak kepada dirinya atau tidak. Sebab pemerintah sudah melakukan relokasi namun  kenyataannya warga hanya bermukim sementara dan kembali lagi menempati rumah mereka di Pulau Palue.

Data yang didapat Cendana News menyebutkan, pemerintah melalui BPBD Sikka telah berencana membangun 147 rumah panggung di Pulau Besar sementara yang sudah dibangun sebanyak 50 unit rumah panggung.

Sebanyak 47 kepala keluarga yang selama setahun lebih menempati lokasi pengungsian di bekas kantor Bupati Sikka lama di Jalan Achmad Yani dan di gedung Transito, Maumere, mulai direlokasi ke Pulau Besar tanggal 29 dan 30 Desember 2014. Namun warga hanya bertahan beberapa waktu saja menempati lokasi relokasi tersebut.

Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera.

Padahal selama berada direlokasi selama enam bulan, biaya hidup mereka ditanggung pemerintah, warga juga disediakan lahan untuk pertanian dan juga disiapkan bantuan sarana dan prasarana bagi para nelayan dan ada yang sudah diserahkan bagi pengungsi.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

 

Lihat juga...