RABU 8 FEBRUARI 2017
SEMARANG—Pencarian terhadap Sertu Danang, anggota Kopassus Skuadron 31, yang mengalami kecelakaan pada saat melakukan latihan terjun payung di perairan Tanjung Emas pada hari Selasa (7/02) masih terus diintensifkan.
![]() |
| Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Jaswadi. |
Hal ini diutarakan oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Jaswadi, menurutnya insiden tersebut pada awalnya melibatkan 11 prajurit, tetapi 10 orang diantaranya masih bisa berenang sampai ke darat, sementara Sertu Danang hingga saat ini masih dicari keberadaan tubuhnya karena baru ditemukan helm dan parasut yang dikenakannya.
Cuaca buruk berupa angin kencang yang akhir-akhir ini melanda kota Semarang ditengarai sebagai faktor utama penyebab insiden tersebut. Kecepatan angin yang mencapai 3 knot mengakibatkan para penerjun langsung kehilangan kendali saat berada di udara. Akhirnya parasut menjadi tidak terkontrol sehingga mereka langsung menukik ke laut. Kesebelas prajurit Koppasus yang jatuh tersebut merupakan satuan khusus yang diutus langsung dari Jakarta untuk latihan rutin di Semarang.
“Pencarian sempat dihentikan karena ketinggian ombak di laut Jawa mencapai tiga meter, ”ujar Jaswadi.
Lebih lanjut Jaswadi mengutarakan bahwa latihan yang diadakan Kopassus sebenarnya sudah terjadwal dengan baik, tetapi setelah adanya kecelakaan, pencarian tahap pertama terhenti karena curah hujan yang tinggi juga menjadi hambatan tersendiri untuk mencari prajurit yang hilang. Setelah cuaca reda pencarian akan kembali diintensifkan dengan melibatkan berbagai macam pihak yang bisa mendukung tim pencari dari TNI.
“Selanjutnya, kami akan libatkan unit Polair dan Basarnas dengan peralatan yang lebih canggih” tegas pria yang menjabat sebagai Pangdam IV Diponegoro mulai Juli 2015 tersebut.
Sementara itu, jubir tim Basarnas Jateng Maulana Efendi membeberkan bahwa untuk pencarian tahap ke dua, pihaknya akan mengerahkan dua unit kapal karet, empat kapal Ditpolair dan satu kapal KPLP, sehingga ketika ada indikasi cuaca menjadi buruk kembali, kami bisa bermanuver di atas air.
“Selain menggunakan kapal, kami juga akan jalan kaki menyisir wilayah ujung pantai Marina hingga Tambaklorok,” tandas Maulana.
Jurnalis: Khusnul Imanuddin/Editor; Irvan Sjafari/Foto: Khusnul Imanuddin