RABU, 8 FEBRUARI 2017
MAUMERE — Cuaca ekstrim yang melanda wilayah Nusa Tenggara termasuk Flores, beberapa hari terakhir, disebabkan adanya tekanan rendah di Australia Barat, 990 milibar, sedangkan tekanan di wilayah NTT dan NTB sebesar 1.004 milibar, sehingga menyebabkan angin kencang dan hujan lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Maumere pun memprakirakan, cuaca ekstrim masih berpeluang terjadi hingga 3 hari ke depan.
![]() |
| Pohon kelapa yang tumbang akibat angin kencang di Kantor BPN Sikka di Jalan El Tari Maumere. |
Demikian disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Waioti BMKG Maumere, Adi Laksmena, saat ditemui Cendana News, Selasa (7/2/2017) di kantornya. Lebih jauh dijelaskan Adi, angin kencang tersebut terjadi akibat adanya perbedaan tekanan angin yang terlalu tinggi. “Selain angin kencang, masa udara yang membawa uap air tersedot dan melewati wilayah NTT dan NTB, sehingga menimbulkan awan-awan konvenktif yang menimbulkan curah hujan tinggi dan berdampak kepada hujan lebat,” terangnya.
Angin kencang yang melanda beberapa wilayah di NTT dan NTB, sebut Adi, memiliki kecepatan 30-35 knot atau 60-70 kilometer per jam dan bervariasi kecepatannya. Bila tekanannya semakin turun, angin akan semakin kencang dan bila pergerakannya statis atau tetap, kemungkinan 3 hari ke depan angin kencang masih akan terjadi. “Bila tekanan rendah bergerak ke selatan, maka akan semakin menjauh dan angin kencang serta hujan lebat sudah mulai berkurang,” jelasnya.
Biasanya, beber Adi, jika pusat tekanan rendah sudah masuk ke daratan, maka akan hilang dan kerap diawali dengan cuaca ektrim dan kembali bergejolak. Kejadiannnya biasa terjadi di awal cuaca ektrim dan saat cuaca ektrim akan berakhir. “Pusat tekanan berada di lokasi 17 lintang selatan dan 121 bujur timur di wilayah sekitar Australia Barat,” paparnya.
![]() |
| Adi Laksmena, Kepala Stasiun Meteorologi Waioti BMKG Maumere bersama Staff. |
Pihak BMKG Maumere, terang Adi, selalu memantau dan bila ada perkembangan yang penting selalu disampaikan kepada Pemerintah Daerah, agar bisa diambil langkah-langkah antisipasi. Pihaknya juga mengimbau, agar dalam waktu 2-3 hari ke depan, masyarakat lebih meningkatkan kewaspdaaan dan menghindari pohon-pohon besar yang mudah tumbang, karena kemungkinan angin kencang dan hujan lebat masih akan terjadi. “Daerah-daerah dataran rendah dan rawan longsor harus lebih waspda, selain itu nelayan pun kami imbau untuk tidak melaut dahulu hingga cuaca kembali normal,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary
