SENIN, 13 FEBRUARI 2017
PONOROGO — Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin yang mengguyur bumi reog, Ponorogo sejak pukul 13.00 kemarin, Minggu (12/2/2017) menyebabkan longsor dan menghantam satu rumah di di RT/RW 04/01 Dusun Talun, Desa Jrakah, Kecamatan Sambit.
![]() |
| Longsor yang menghantam rumah warga |
Longsor yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB merusak dapur hingga salah satu dinding ambrol dan tanah masuk kedalam rumah dengan ketinggian enam meter dan lebar 12 meter. Beruntung saat peristiwa tidak ada korban jiwa.
Kabid Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Setyo Budiyono menjelaskan, kejadian bencana longsor ini akibat hujan dengan intensitas tinggi membuat tanah tebing di samping rumah korban menjadi lembek. Ditambah dengan Geografi Kota Ponorogo yang sebagian besar dikelilingi perbukitan dan pegunungan yang rawan bencana.
“Serta adanya sejumlah aliran air saat hujan, menambah kecepatan longsor dan menghantam rumah milik warga,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi, Senin (13/2/2017).
Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Ponorogo menafsirkan, akibat kejadian ini total kerugian materiil mencapai Rp 10 juta.
Disebutkan juga, beberapa warga juga pagi ini terlihat melakukan kerja bakti melakukan pembersihan di sekitar longsoran.
“Kami juga sudah menerjunkan beberapa tim untuk menyiapkan akomodasi yang diperlukan serta pendataan di lapangan,” ujarnya.

Selain bencana longsor yang menimpa rumah warga, terdapat informasi telah terjadi jalan putus di jalan poros dari Desa Semproju menuju Desa Jrakah. Guna menghindari kejadian ini, pengguna jalan raya bisa melalui jalan alternatif Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo.
“Meski harus memutar jauh bisa lebih aman, karena kondisi pagi ini kawasan Ponorogo masih diguyur hujan,” pungkasnya.
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Istimewa