Ungkapan Rindu Ayah untuk Anak Tercinta di Taman Mini

MINGGU, 8 JANUARI 2017

JAKARTA, BERITA FOTO Taman Mini Indonesia Indah — Bagi seorang anak kecil, kasih seorang ibu adalah hal utama yang didapatkan di rumah. Namun, ada satu lagi yang tidak bisa dilupakan seorang anak saat ia dewasa, yakni bagaimana seorang ayah menjadi teman, guru, sekaligus pelindung bagi dirinya. Dan seorang anak bagi ayah adalah bagai matahari yang menyinari kehidupannya sehari-hari. Bahkan menjadi semangat dalam mengarungi kehidupan. 
Kala pertama seorang bayi lahir ke dunia, orang pertama yang mengecup kening sekaligus mengumandangkan adzan di telinganya adalah ayahnya sendiri. Orang pertama yang tersenyum atas kehadirannya di dunia ini juga adalah sang ayah. Bahkan orang pertama yang mengunggah foto serta segala informasi kelahirannya juga tidak lain adalah sang ayah. 
“ Setiap hari sedih rasanya saat meninggalkan anak untuk pergi bekerja, apalagi saat ia masih kecil. Waktu untuknya hanya pagi hari ketika ia masih tidur, atau sore hari ketika saya pulang bekerja. Dan menurut saya itu tidaklah cukup untuk mendampingi pertumbuhannya. Oleh karena itulah setiap akhir pekan, mulai Sabtu sampai Minggu, saya luangkan waktu lebih dekat dengan anak sekaligus menumpahkan kerinduan untuk bermain atau sekedar memanjakannya,” tutur Agus Supriyanto, seorang karyawan swasta di daerah Cililitan kepada Cendana News.
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) adalah salah satu saksi bisu bagaimana seorang ayah dan anak bercengkerama dan bermain. Bahkan seorang ayah bisa menjadi seperti layaknya seorang anak kecil jika bermain dengan anaknya. Sang ayah seperti lupa akan dunia sekitarnya, ia begitu menikmati apapun hal yang dilakukan bersama sang buah hati. 
“ Memori anak kecil itu kuat. Rasa ingin tahunya juga tinggi. Dia juga bisa langsung mencontoh apapun yang dilakukan orang dewasa. Dan adalah peran seorang ayah untuk mendampinginya di saat-saat krusial seperti itu,” ucap Edison, seorang ayah asal flores seolah melengkapi perkataan Agus Supriyanto.
Ikatan emosional antara ayah dan anak memang bisa dibangun jika ada interaksi aktif antara keduanya. Jika tidak setiap hari, waktu tertentu bisa menjadi pilihan bagi seorang ayah membangun hubungan lebih erat dengan anak-anaknya sejak mereka kecil. Hal-hal kecil bisa menjadi cara sederhana membangun hubungan tersebut, seperti bermain layang-layang berdua, bersepeda, main sepatu roda, naik perahu bahkan sampai makan berdua dengan sang ayah menyuapi anaknya. Pemandangan tersebut tidaklah asing dan kerap terjadi di Tugu Api Pancasila TMII setiap akhir pekan.
“ Selalu saya katakan kepada isteri bahwa ada istilah mantan istri dan mantan suami, tapi tidak ada istilah mantan anak kandung. Jadi kami berdua sepakat merawat titipan Tuhan ini sebaik-baiknya,” tutup Edison.
Berikut beberapa hasil dokumentasi Cendana News tentang bagaimana seorang ayah dan anaknya begitu akrab saat berakhir pekan di TMII. Dan sekali lagi, Taman Mini Indonesia Indah menjadi saksi bisu curahan cinta kasih dan kerinduan antara seorang ayah kepada anaknya.

Makan siang berdua anak tercinta

Kiri atas: Menemani anak bermain layang-layang; Kanan atas: Menemani anak sekedar keliling Tugu Api Pancasila TMII; Kiri bawah: Menemani anak berlajar berdiri tegak; Kanan bawah: Nyaman tertidur dipelukan sang ayah

Seorang ayah menggendong anaknya

Kiri atas: Menemani anak-anak bermain pistol gelembung air; Kanan atas: Duduk berdua anak tercinta; Kiri bawah: Mengawasi anak di pinggir kolam Tugu Api Pancasila TMII; Kanan bawah: Jalan berdua anak tercinta di atas jembatan Danau Arsiplan TMII

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...