Alami Kerusakan, Nelayan Minang Ruah Bakauheni Angkat Alat Set Net

MINGGU, 8 JANUARI 2017

LAMPUNG — Kelompok nelayan pengelola alat tangkap ikan jenis jaring kantong (set net) di perairan Dusun Minang Ruah Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni menghentikan operasional set net sejak empat bulan lebih. Penghentian operasional alat tangkap ikan di perairan tersebut dilakukan setelah jaring kantong yang digunakan mengalami kerusakan akibat usia set net yang hampir setahun dioperasikan ditambah faktor cuaca buruk yang berdampak sampah sampah perairan ikut masuk ke jaring. 
Alat set net yang masih terpasang sebagian di perairan Minang Ruah Bakauheni
Supadi, Kepala Dusun Minang Ruah saat dikonfirmasi Cendana News mengaku kondisi tersebut hampir terjadi sejak empat bulan terakhir dan bahkan alat tangkap berupa jaring, pelampung serta konstruksi set net telah dinaikkan ke daratan untuk menghindari terbawa arus laut.
Supadi bahkan mengaku selain mengalami kerusakan pada bagian jaring yang robek, beberapa pelampung yang putus mengakibatkan konstruksi set net yang dipasang pada awal tahun 2015 tersebut kini tak berfungsi maksimal. Semenjak awal dioperasikan hasil tangkapan ikan yang diperoleh kelompok nelayan pengelola set net diakuinya mula mula cukup banyak bahkan rata rata mencapai 100-150 kilogram sekali angkat dengan omzet sekitar Rp1-2juta namun akhirnya menurun dengan adanya faktor cuaca, musim migrasi ikan jenis ikan pelagis serta biaya operasional yang tak bisa ditutupi dengan semakin sedikitnya hasil tangkapan ikan menggunakan set net. 
Biaya operasional sekali proses mengangkat set net diperkirakan mencapai Rp500ribu untuk pembelian solar serta keperluan lain belum termasuk biaya perawatan set net.
“Pada awal awal dipasang memang hasil tangkapan ikan yang diperoleh cukup banyak namun lama kelamaan semakin sedikit selanjutnya faktor kondisi cuaca perairan juga mempengaruhi yang berimbas set net ditarik ke daratan,”ungkap Supadi kepala dusun Minang Ruah saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (8/1/2017)
Proses pengangkatan set net
Sebagian besar alat yang diangkat untuk konstruksi set net tersebut diantaranya drum pelampung, jaring, bahkan dua unit kapal yang merupakan paket bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut dibiarkan tertambat di tepi pantai. Supadi mengaku belum bisa memastikan kapan alat set net tersebut akan kembali di pasang mengingat kerusakan pada beberapa bagian terutama jaring kantong yang ada cukup parah. Sebagian nelayan bahkan memutuskan kembali melakukan aktifitas sebagai nelayan tangkap tradisional menggunakan perahu perahu dan bagan apung.
Kondisi cuaca yang masih belum cukup bersahabat bagi nelayan bahkan memaksa nelayan masih belum melakukan aktifitas melaut dan memilih untuk melakukan aktifitas di darat termasuk memperbaiki perahu dan juga memperbaiki bagan. Tingginya gelombang ditambah dengan material sampah yang terbawa arus dari wilayah perairan lain, sampah sampah sungai yang terbawa ke perairan diduga menjadi penyebab kerusakan alat set net dengan mengakibatkan jaring set net rusak sementara hasil tangkapan kian hari kian menurun sementara biaya operasional cukup besar untuk membeli bahan bakar minyak (bbm) perahu untuk mengangkat jaring set net.
Perahu dan bagan nelayan dipinggirkan ke tepi pantai akibat kondisi cuaca belum membaik
Supadi mengungkapkan alat tangkap jenis set net adalah bantuan dari pemerintah pusat melalui KKP dan merupakan alat tangkap pasif yang terpasang permanen di dalam kolom perairan dengan konstruksi sistem rangkaian tali temali sebagai pembentuk rangka (frame rope) dimana panel panel jaring digantungkan dan dirangkai dengan berbagai desain sebagai pembentuk ruang/dinding. Rangkaian tersebut terdiri dari bagian penaju (leader net), serambi (fish court/play ground), jaring pintu pengarah (slope net) dan jaring perangkap/kantong (chamber net) dimana sistem penyangga tali rangka bekerja memanfaatkan rangkaian fungsi pelampung dan pemberat yang dihubungkan dengan tali tali jangkar untuk menjaga posisi dan bentuk dari alat tangkap di dalam perairan.
Penggunaan set net di perairan pantai Minang Ruah Desa Kelawi dilakukan pengangkatan hasil tangkapan ikan dari kantong dalam jangka tiga hari sekali. Rata rata hasil tangkapan berkisar antara 40-50 kilogram sekali angkat dan bahkan bisa menghasilkan ikan berbagai jenis dengan hasil sekitar 150 kilogram. Ikan ikan yang ditangkap sebagian besar merupakan ikan demersal yang berupaya mengikuti pergerakan pasang surut seperti ikan layur, petek, mata besar dan sebagian ikan pelagis sejenis selar,layang dan sardine yang datang secara bergerombol.
“Kita belum bisa pastikan bagaimana kelanjutan alat set net ini karena kepala dinas kelautan juga sudah berganti sementara program ini merupakan program kepala dinas sebelumnya apakah akan dilanjutkan atau tidak,”terang Supadi.
Jaring set net yang diangkat ke daratan di simpan di halaman warga
Alat alat jaring set net bahkan diletakkan di depan rumah warga, sementara sebagian alat konstruksi set net di tempatkan di tepi pantai. Nelayan yang tak lagi menggunakan alat set net bahkan kembali beraktifitas menggunakan perahu tradisional, mengolah kebun serta sebagian mengelola tempat wisata yang dipergunakan untuk seumber pemasukan bagi warga di kampung nelayan tersebut.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...