JUMAT, 20 JANUARI 2017
MAUMERE — Kepala Sekolah SMK Keperawatan Santa Elisabeth Lela di Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Drs. Servatius Yasintus, membenarkan jika 10 guru di sekolahnya mogok mengajar karena alasan tunggakan gaji sebesar Rp. 10 Juta. Menurutnya, 10 orang guru tersebut mogok mengajar sejak 4 Januari 2017, sehingga mengganggu kelancaran proses belajar mengajar.
| Kepala Sekolah SMK Keperawatan Lela Drs.Servatius Yasintus |
Hal demikian disampaikan Servatius saat ditemui di ruang kerjanya, usai rapat bersama yayasan dan perwakilan orangtua siswi, Kamis (19/1/2017), sore kemarin. Menurutnya, pembayaran gaji 10 orang guru yang mogok mengajar itu terhambat sejak bulan Agustus 2016, dan pembayarannya pun dilakukan secara cicil. Meski demikian, gaji kesepuluh guru tersebut tetap dibayarkan, hanya saja jumlahnya memang kurang. Pada Desember 2016, para guru pun masih dicicil gajinya dan menerima tunjangan hari raya.
Gaji para guru honor tersebut, lanjut Servatius, berkisar antara Rp. 800.000 hingga Rp. 1,1 Juta rupiah, dan penentuan besarnya gaji itu didasarkan klasifikasi. “Jadi, tidak benar kalau semua guru menerima gaji sebesar delapan ratus ribu rupiah, karena ada yang menerima satu koma satu juta rupiah dan itu berdasarakan klasifikasi yang sudah ditentukan,” terangnya.
Baca:
Sementara itu, selama 10 orang guru honorer tersebut tidak mengajar, 4 guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) waktu mengajarnya ditambah hingga 3 kali lipat, agar kegiatan belajar mengajar bisa tetap berjalan. Servatius sendiri mengaku jika eharusnya ia hanya mengajar 6 jam pelajaran, bertambah drastis menjadi 30 jam pelajaran. Begitu juga ketiga guru lainnya yang setiap hari melakukan aktivitas mengajar. “Kami mengisi kekosongan jam pelajaran yang ditinggalkan para guru honor tersebut, agar proses belajar mengajar tidak terhambat,” pungkasnya.
Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary