Camat dan Kades Sidak Pasar Bakauheni

JUMAT, 20 JANUARI 2017

LAMPUNG — Camat Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Zaedan, dan Kepala Desa Bakauheni, Sahroni, melakukan inspeksi mendadak di area Pasar Bakauheni yang semrawut akibat sampah yang dibuang sembarangan di areal depan pasar, dan parkir kendaraan yang menggunakan bahu jalan, Jumat (20/1/2017).
Camat Bakauheni saat sidak di Pasar Bakauheni, Jumat  (20/1/2017).
Dalam sidak tersebut, Zaedan mengungkapkan, kondisi Pasar Bakauheni selama ini masih perlu pembenahan, terutama kesadaran masyarakat yang sebagian besar merupakan pedagang dan masih membuang sampah sembarangan di depan lokasi berjualan, bahkan di sekitar trotoar. Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama pedagang di pasar yang ada di depan Menara Siger Bakauheni, Zaedan juga turun langsung memegang sapu dan membersihkan sampah-sampah yang ada di depan pasar tersebut. Selain Pun demikian pula dengan Kepala Desa Bakauheni, Sahroni, ikut pula membersihkan sampah diikuti masyarakat serta para pedagang, di antaranya pedagang buah-buahan dan sayuran yang selama ini memproduksi sampah cukup banyak.
“Kita memberikan imbauan langsung kepada para pedagang untuk melakukan penertiban, khususnya agar tidak menggunakan bahu jalan dalam berjualan, karena mengganggu pengguna jalan,” ungkap Zaedan.
Sidak Camat dan Kepala Desa yang dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih tersebut, diikuti oleh seluruh Aparat Desa Bakauheni dan Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Bakauheni.  Zaedan meminta kepada sejumlah pedagang, agar mempersiapkan keranjang sampah khusus, agar tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak menyebabkan aroma tidak sedap dan merusak pemandangan, terutama sampah-sampah yang ditempatkan di trotoar.
Khusus untuk lahan parkir, Zaedan menegaskan, agar aktivitas parkir yang langsung dikelola oleh Dinas Perhubungan dengan sebanyak 7 orang petugas parkir tidak menggunakan bahu jalan yang bisa mengganggu pengguna jalan. Ia mengungkapkan, Pasar Bakauheni yang berada di Jalan Lintas Timur Sumatera dengan dua jalur jalan masing-masing selebar 8 meter tersebut, selama ini kerap mengalami penyempitan akibat jalan selebar 3 meter digunakan sebagai lokasi parkir, baik oleh para pedagang maupun para pembeli.
Aksi bersih-bersih di kawasan Pasar Bakauheni.
“Lahan terbatas menyebabkan bahu jalan digunakan sebagai lokasi parkir, tapi kita imbau agar tetap tertib dan tidak parkir sembarangan, meski pasar memang belum memiliki lahan khusus untuk parkir,” terang Zaedan.
Zaedan menegaskan lagi, aksi bersih-bersih tersebut akan dilakukan rutin setiap Jumat, sekaligus mengingatkan kepada para pedagang untuk memperhatikan kebersihan pasar. Selain itu, kepada para petugas parkir, diimbau agar bisa melakukan pengaturan parkir tanpa menggunakan bahu jalan, yang merupakan jalur utama pertemuan antara Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Sumatera.
Sementara itu, salah-satu pedagang di Pasar Bakauheni, Ahmad, mengungkapkan, saat ini pedagang di Pasar Bakauheni telah membayar iuran uang kebersihan sebesar Rp. 2.000 kepada petugas kebersihan pasar, dan telah pula menyiapkan keranjang-keranjang khusus untuk sampah-sampah yang ada di pasar tersebut.
Persoalan Pasar Menara Siger, menurut Zaedan, masih terus dibenahi, karena pasar depan Menara Siger selama ini dikelola oleh swasta. Sementara, Pasar Bakauheni yang dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan berada tak jauh sekitar 2 kilometer. “Pasar ini memang sudah lama ada di sini, sehingga proses relokasi belum memungkinkan, karena sebagian besar pedagang masih bertahan di pasar yang dikelola swasta,” pungkas Zaedan.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Koko Triarko / Foto : Henk Widi

Lihat juga...