SENIN, 2 JANUARI 2016
MAUMERE — Peran perempuan dalam pembangunan di Kabupaten Sikka semakin hari semakin ditingkatkan. Selama kurun waktu 2016, tercatat 5 perempuan di Kabupaten Sikka memegang jabatan sebagai kepala dinas dan badan serta sekertaris dewan. Pemerintah Kabupaten Sikka di bawah kepemimpinan Drs.Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Drs. Paolus Nong Susar dalam konferensi pers refleksi akhir tahun, Sabtu (31/12/2016), menjelaskan, 7 program unggulan yang juga masih tetap dilanjutkan di tahun 2017.
| Pelatihan bagi tenaga pendamping HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka. |
Dalam program keenam, ucap Bupati Ansar, terdapat peningkatan peri kehidupan sosial yang harmonis dan kesetaraan gender yang dimaksudkan untuk menciptakan masyarakat yang rukun, bersatu, tenteram, dan tertib di tengah keberagaman etnis dan agama serta peningkatan peran perempuan dalam pembangunan.
Kondisi tenteram dan tertib, sebutnya, menjamin kepercayaan dan rasa aman masyarakat serta pelaku pembangunan lainnya untuk melaksanakan pembangunan di daerah.
“Kami alokasi anggaran sebesar Rp 10.774.322.881 yang digunakan untuk pemberdayaan kelompok perempuan, pembinaan kelompok sosial masyarakat, bantuan perumahan layak huni, dan bantuan rehabilitasi sosial panti dan penanganan masyarakat rawan sosial,” terangnya.
Dalam program ketujuh, beber Ansar, peningkatan kualitas aparatur dan tata kelola birokrasi untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dialokasikan anggaran sebesar Rp 65.213.142.302 yang digunakan untuk peningkatan pelayanan masyarakat baik dari tingkat kelurahan, kecamatan, maupun tingkat SKPD. Selain itu, lanjutnya, ada peningkatan pelaksanaan program dan pelaksanaan serta pertanggungjawaban pelaksanaan APBD selama kurun waktu satu tahun anggaran.
“Dari hasil pelaksanaan dimaksud, dilakukan pengukuran kepuasan masyarakat atas pelayanan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat dengan pengukuran 35 dimensi dan 121 atribut,” terangnya.
Dari kriteria di atas, beber Ansar, rata-rata sebanyak 16 dimensi tinggi dengan kriteria paling tinggi adalah pendidikan 74,72 persen, kesehatan 74,50 persen, dan ketahanan pangan sebesar 71,43 persen. Sedangkan kriteria di bawah rata-rata, ungkap Ketua Partai Nasdem Sikka ini, sebanyak 19 dimensi dengan kriteria paling rendah adalah penanaman modal 54,19 persen, ketenagakerjaan 56,17 persen, dan perpustakaan sebanyak 57,16 persen. Untuk penilaian indeks kepuasan masyarakat di tingkat kecamatan, kata Ansar, paling tinggi adalah Kecamatan Kewapante sebesar 70,83 persen (kriteria puas) dan yang paling rendah adalah Kecamatan Tanawawo sebesar : 47,87 persen (kriteria kurang puas).
| Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, saat melantik kepala dinas dan badan. |
“Dalam pelaksanaan program dan kegiatan selama tahun 2016 yang belum maksimal pemerintah terus berupaya memperbaiki serta meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat pada tahun 2017,” pungkasnya. (Bersambung)
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary