Pemda Sikka Diminta Menata Kampung Wisata Wuring

SABTU, 21 JANUARI 2017

MAUMERE — Pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Sikka diminta menata kampung wisata Wuring dengan keunikan rumah panggung yang berada di atas laut beserta masjid terapung yang baru dibangun.
Perkampungan Wuring dilihat dari laut saat subuh
Ali Muksin warga kampung Wuring menjelaskan, penataan ini perlu sebab kampung wisata Wuring sudah ditetapkan menjadi salah satu destinasi wisata yang ditetapkan dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Sikka.Hampir setiap hari ada saja wisatawan asing yang datang ke perkampungan ini untuk memotret keunikan rumah panggung.
“Turis tersebut cuma datang dan foto-foto saja terus pulang dan paling lama mereka berada di perkampungan ini selama satu jam saja,” ungkapnya saat ditemui Cendana News di pelabuhan Wuring, Sabtu (21/1/2017).
Ali mengatakan, masyarakat Wuring tidak mendapatkan manfaat dari kunjungan ini sebab para turis tidak membeli atau mengeluarkan sepeser uang pun untuk berbelanja.
Masjid terapung Wuring yang dilihat dari laut
Bila pemerintah membangun kios cendera mata atau rumah makan terapung ungkapnya, tentu para turis bisa beristirahat sejenak sehabis memotret dan bisa mampir di kios atau rumah makan tersebut.
“Pemerintah hanya bangun saja tapi pengelolaannya diberikan bagi warga kampung Wuring tapi sebelumnya warga diberikan pelatihan terlebih dahulu agar bisa melayani wisatawan dengan baik,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Fatima warga lainnya yang ditemui berjualan ikan di sekitar pelabuhan. Dirinya mengakui, memang pemerintah sudah mengaspal jalan masuk ke komplek ini namun perlu menatanya lebih baik lagi.
Wuring sebutnya terkenal berkat rumah-rumah panggung yang dbangun di atas laut menggunakan tiang-tiang kayu sehingga terlihat unik oleh para turis. Tapi kalau perkampungan tidak ditata maka suatu saat hunian semakin padat dan terkesan kumuh.
“Sampah ada dimana-mana dan tidak ada tempat sampah di daerah ini sehingga warga pasti buang di laut,’ tuturnya.
Bila disediakan petugas kebersihan dan tempat-tempat sampah lanjut Fatima, warga mungkin tidak membuang sampah sembarangan. Tapi warga juga harus ditindak tegas bila masih membuang sampah di laut.
Kalau sekedar menaruh tempat sampah dan warga tidak diberi sanksi maka kebiasaan membuang sampah di laut tetap saja dilakukan. Dirinya pun yakin bila dilakukan penataan dan kebersihan dijaga maka kampung terapung Wuring lebuh menarik.
“Bila ada manfaat bagi masyarakat seperti mendapatkan uang dari hasil kunjungan turis mereka pasti menjaga keasrian dan kebersihan kampung tapi kalau turis cuma sekedar lewat saja mereka pun masa bodoh,” tuturnya.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Lihat juga...