SENIN 16 JANUARI 2017
LAMPUNG—Aktivitas pelayanan kesehatan tingkat dasar bagi para anak anak usia dibawah lima tahun (balita), ibu hamil (bumil), kaum lanjut usia (lansia) terus dilakukan di Desa Sumbersari Kecamatan Sragi Lampung Selatan. Kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan dalam kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) tersebut menurut Karlina,Amd Keb bidan Desa Sumbersari Kecamatan Sragi sangat bergantung dari peran aktif para kader posyandu yang ada di desa tersebut.
![]() |
| Kegiatan di Posyandu Desa Sumbersari, Lampung Selatan. |
Kader atau relawan Posyandu berjumlah sekitar 5 orang kader dibantu para ibu lainnya menurut Bidan Karlina memiliki tugas ikut meningkatkan kesehatan masyarakat karena telah dibekali dengan pelatihan khusus terutama bagi para balita.
Bidan Karlina mengungkapkan pelaksanaan kegiatan Posyandu yang dipusatkan di salah satu rumah warga khusus di Desa Sumbersari dilakukan sepekan sekali pada hari Senin. Kaum ibu yang membawa anak anaknya ke Posyandu Kamboja 3 sebagian besar merupakan ibu ibu muda yang masih memiliki anak balita dan masih perlu mendapatkan imunisasi. Selain kader Posyandu juga dibantu oleh petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dari unsur keluarga berencana (KB) serta dari unsur Bina Keluaraga(BK) melibatkan 5 kader posyandu yang ada di desa tersebut.
“Tanpa peranan kader posyandu para bidan desa akan kewalahan karena beberapa tugas kader posyandu sangat penting, seperti ikut memberi penyuluhan kesehatan pada kaum ibu pemilik anak balita serta saat pelaksanaan posyandu ikut terlibat melakukan aktivitas menimbang dan sehari sebelumnya mengumumkan jadwal pelaksanaan posyandu agar para ibu tidak lupa,” terang Karlina,Amd Keb bidan Desa Sumbersari Kecamatan Sragi saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (16/1/2017).
Ia menyebut para kader Posyandu Kamboja 3, Ismi, Ngadini, Karni, Salabiyah, Yeni Mardiana juga sangat membantu pelaksanaan kegiatan posyandu dan juga saat kegiatan harian di masyarakat. Penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang harus dilakukan oleh masyarakat menurut bidan Karlina menjadi tugas para kader Posyandu yang menjadi ujung tombak setiap pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).
![]() |
| Seorang bidan sedang melaksanakan imunisasi. |
Pelaksanaan kegiatan Posyandu di Posyandu Kamboja 3 menurut bidan Karlina juga cukup antusias diikuti kaum ibu di desa tersebut. Para ibu yang membawa serta anaknya ke Posyandu selain mendapat pelayanan kesehatan bagi anak anaknya juga sekaligus bisa melakukan konsultasi kesehatan bagi dirinya, bagi anak anak dan bagi keluarganya termasuk cara menjaga kesehatan dan memperoleh asupan makanan bergizi dalam keluarga.
Selain itu pelayanan imunisasi dasar yang diterima para balita di antaranya imunisasi DPT, campak, BCG, polia serta pemberian vitamin A, makanan pendamping ASI untuk anak usia 6-12 bulan, penimbangan berat badan di Posyandu. Beberapa fasilitas timbangan digital, timbangan gantung untuk anak Balita serta peralatan pemberian vitamin juga telah disiapkan oleh para kader.
Berdasarkan data Posyandu Kamboja 3 dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu terdapat sekitar 167 anak usia 0-4 tahun yang dibawa ke Posyandu tersebut. Menurut bidan Karlina anak anak usia 0-4 tahun tersebut mendapat pelayanan diantaranya seluruhnya 167 anak ditimbang berat badan. Sementara sebagian mendapatkan imunisasi khususnya yang belum pernah memperolehnya diantaranya mendapat imunisasi DPT hib 1 polio 2 sebanyak 4 bayi, DPT hib 2 polio 2 1 orang bayi, DPT hib 3 polio 4 sebanyak 2 bayi, campak sebanyak 4 bayi.
Sementara itu bagi para Lansia khusus pelayanan posyandu lansia dilaksanakan setiap hari Rabu di posyandu yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berupa cek tekanan darah, serta penyuluhan untuk menjaga pola makanan serta pemberian obat tertentu bagi lansia yang memiliki keluhan kesehatan. Bagi ibu hamil yang datang ke Posyandu juga dilakukan pendampingand ari bidan desa terkait persiapan untuk masa kehamilan.
Bidan Karlina juga menegaskan setiap anak yang dibawa ke Posyandu bahkans ejak lahir telah memperoleh buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang merupakan buku catatan perkembangan anak. Buku tersebut mencatat perkembangan kesehatan anak dimulai dari umur 0-5 tahun serta sejak sang ibu dalam masa kehamilan.
Selain buku tersebut juga posyandu memiliki buku register penimbangan Balita untuk mengetahui perkembangan berat badan anak setiap bulan sehingga perkembangan berat badan anak terpantau dari buku register tersebut.
Perhatian bagi perkembangan anak juga dilakukan selama kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh para kader Posyandu dengan memberikan makanan tambahan yang memiliki nilai gizi. Pemberian makanan tambahan merupakan masakan para kader, berupa bubur kacang hijau, bubur instan dan roti yang diberukan kepada setiap Balita.
Selain memilik sasaran dalam pelaksanaan Posyandu, bidan Karlina mengungkapkan tetap memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkaiut penyakit Muntaber serta penyakit demam berdatah (DBD) di musim penghujan. Penyuluhan tersebut juga dilakukan bekerjasama dengan pihak Puskesmas setempat.

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
