Lakukan Alang-alang, Upah Mengalir ke Bocah di PPI Kalianda

SENIN, 16 JANUARI 2017

LAMPUNG — Beberapa anak usia sekolah dasar terlihat sibuk mengumpulkan ikan setelah proses pelelangan ikan di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Dermaga Bom, Kalianda, Lampung Selatan. Beberapa bocah tersebut dengan cekatan memasukkan ikan-ikan yang berada di lantai tempat pelelangan dan memasukkan ikan-ikan milik para pembeli peserta lelang untuk dibawa ke lapak-lapak serta dijual keliling oleh para penjual ikan. Salah satunya Amir (12) siswa kelas 6 sekolah dasar yang sudah sejak lama melakukan aktivitas yang dikenal dengan alang-alang sebagai aktivitas anak-anak di sekitar dermaga dan pelelangan ikan. Aktivitas tersebut bagi para nelayan yang mengikuti lelang merupakan pekerjaan untuk membantu mengumpulkan ikan, mengangkat ikan dalam box dengan upah beberapa ekor ikan dengan imbalan ikan sebagai upah atau sedekah.

Amir (berbaju biru) membantu nelayan yang telah melakukan proses lelang.

Amir mengaku rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter dari tempat pelelangan ikan membuatnya sudah siap semenjak kegiatan pelelangan ikan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB setiap harinya. Sepulang sekolah bersama teman lainnya, Ani (13), Rama (12), Bayu (12) serta anak-anak seusianya sudah berada di sekitar dermaga menunggu nelayan-nelayan yang mendaratkan ikan dari kapal-kapal nelayan di dermaga Bom Kalianda. Dikenal sebagai kegiatan alang-alang, bocah-bocah tersebut dengan cekatan membantu para nelayan mengangkat ikan-ikan yang ada dalam keranjang untuk dibawa ke lokasi pelelangan sesuai dengan nama pemilik ikan yang telah didaratkan dari hasil melaut nelayan di perairan Selat Sunda, Teluk Lampung.

“Sambil menunggu pemilik ikan mendaratkan ikan kami kadang bermain bola atau membantu penjual ikan yang ada di sekitar tempat pelelangan dan terkadang dikasih uang setelah membantu mereka. Tapi kalau alang-alang kami diberi ikan,” ungkap Amir satu di antara bocah-bocah yang melakukan kegiatan alang-alang tersebut saat ditemui Cendana News di tempat pelelangan ikan Dermaga Bom, Kalianda, Senin (16/1/2017).

Amir mengaku, aktivitas tersebut dilakukan sejak dirinya masih duduk di bangku kelas 3 SD yang berada tak jauh dari dermaga Bom Kalianda sehingga ia hanya perlu berjalan kaki bersama teman-teman yang ada di sekitar dermaga tersebut. Seusai pulang sekolah ia langsung berganti baju dan langsung menuju ke pinggir dermaga untuk menanti kedatangan para nelayan yang pulang mencari ikan di laut. Kegiatan alang-alang, menurut Amir, menjadi satu kegiatan untuk menambah uang saku dengan mendapatkan uang sekitar Rp 5 ribu hingga Rp10 ribu dan menjadi hal yang lazim bagi anak-anak seusianya di kampung nelayan dermaga Bom Kalianda.

Amir bekerja tidak sendiri sebab bersama sekitar empat temannya selalu bekerja sama untuk mendapatkan ikan dari kegiatan alang-alang tersebut. Setelah ikan yang diperoleh dikumpulkan, uang tersebut akan dijual kepada pembeli yang biasanya merupakan warga sekitar. Amir mengaku, dari kegiatan alang-alang tersebut tergantung dari kondisi cuaca dan hasil tangkapan. Saat hasil tangkapan ikan cukup banyak, maka ikan yang diperoleh dari kegiatan alang-alang akan cukup banyak. Saat beruntung anak-anak tersebut berhasil mendapatkan sebanyal 1 kilogram ikan hingga 2 kilogram dengan hasil penjualan sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram atau per plastik.

Amir memasukkan ikan ke dalam keranjang.

Hasilnya setelah dijual, uang yang diperoleh akan dibagi rata kepada kawan-kawan yang ikut melakukan kegiatan alang-alang. Beberapa bertugas mengumpulkan ikan sementara kawan yang lain bertugas menjaga hasil ikan yang dikumpulkan sambil menunggu pembeli yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga (IRT) di sekitar dermaga. Tak jarang dalam sepekan meski mendapatkan uang hanya sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu tergantung jumlah ikan yang diperoleh anak-anak tersebut tak pernah meminta uang jajan kepada orang tuanya.

“Saya sudah tidak minta uang jajan kepada orang tua karena kasihan juga orang tua hanya bekerja sebagai tukang bangunan,” ungkap Amir.

Terkait kegiatan alang-alang tersebut, salah satu tokoh nelayan di Kalianda, Sodik, mengungkapkan, alang- alang merupakan kegiatan yang lazim dilakukan oleh anak-anak. Kegiatan tersebut merupakan aktivitas meminta sedekah atau sisa-sisa ikan hasil tangkapan para nelayan dan anak-anak tersebut tak hanya meminta sisa. Melainkan ikut membantu nelayan mengangkat ikan serta memasukkan dalam keranjang ikan yang telah dilelang. Jika nelayan mendapatkan beberapa kilogram ikan, maka nelayan tersebut akan memberikan kepada anak-anak tersebut satu-dua ekor untuk dikumpulkan.

Sodik mengakui, meski terkadang terlihat mengganggu karena aktivitas pelelangan yang terlihat sibuk namun anak-anak tersebut justru mondar-mandir. Namun saat tertentu anak-anak yang melakukan aktivitas alang- alang tersebut justru membantu. Para nelayan juga akan dengan ikhlas memberikan ikan kepada anak-anak tersebut meski tidak dalam jumlah banyak.

“Tapi ada anak yang memang sengaja mengambil ikan meski tidak dalam jumlah banyak dan biasanya ada petugas khusus yang menjaga agar anak-anak tersebut tidak mengambil ikan terlalu banyak, boleh mengambil dan diberi secukupnya,” terang Sodik.

Bila nelayan memperoleh ikan hasil tangkapan dalam jumlah relatif banyak, maka nelayan tersebut pun tak segan memberikan alang-alang kepada anak-anak yang memintanya dengan memberi cukup banyak. Kegiatan memberi ikan tangkapan kepada anak-anak sebagai sedekah juga terkadang kepada warga sekitar dermaga sekaligus sebagai oleh-oleh hasil melaut dan sedekah. Meskipun mendapatkan hasil tangkapan yang sedikit namun para nelayan yang tetap memiliki kesederhanaan tersebut, ungkap Sodik, masih tetap menyisihkan hasilnya bagi anak-anak.

Dapat upah dari hasil menjadi alang-alang.

Hasil alang-alang anak-anak tersebut, juga ungkap Sodik, biasanya akan digunakan untuk uang jajan saat sekolah terutama anak-anak yang melakukan kegiatan alang-alang merupakan anak dari golongan ekonomi tidak mampu. Selain memberi warna pada kegiatan dan aktivitas di tempat pelelangan ikan, aktivitas anak- anak yang melakukan kegiatan alang-alang dengan meminta sedekah kepada para nelayan tersebut menjadi pemandangan tersendiri di samping aktivitas pelelangan ikan yang terjadi setiap hari.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...