JUMAT, 27 JANUARI 2017
MAUMERE — Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air yang merupakan koperasi terbesar peringkat 4 nasional melalui koperasi serba usahanya, kembali mengembangkan sayap bisnis sewa pakai kendaraan setelah sebelumnya memiliki swalayan berlantai 3 dan pabrik air mineral kemasan.
| Swalayan Pintu Air di Kota Maumere. |
Dalam menjalankan bisnis ini, koperasi yang sudah berumur 21 tahun ini bekerja sama dengan sebuah perusahaan otomotif dari Jawa dengan sistem sewa pakai kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4, selain bus, truk dan pick up.
Demikian disampaikan Yakobus Jano, Ketua Koperasi Kredit Pintu Air saat ditemui Cendana News di kantor pusatnya di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Jumat (27/1/2017).
Dikatakan Yakobus, pihaknya ditawari hak guna pakai kendaraan roda dua dan roda empat serta meresponnya dengan menjadi anggota sekaligus menjadi agen kantor perwakilan untuk Flores. Di provinsi NTT, selama ini kantor perusahaan otomotif ini cuma ada di Kupang untuk wilayah Pulau Timor.
“Ini sebuah usaha yang baik bagi koperasi kami dan juga bagi anggota, sebab sesuai komitmen koperasi kami untuk membantu anggota menjadi orang berhasil dan kaya,” ujarnya.
Yakobus menjelaskan, kendaraan yang dipakai menggunakan sistem sewa. Anggota menyetorkan uang deposito sesuai harga kendaran roda dua dan roda empat yang hendak disewa. Misalnya mobil seharga Rp 61 juta, lanjutnya, anggota koperasi menyetorkan uang sejumlah itu ke koperasi dan mobil bisa dimiliki. Sistemnya sewa pakai, anggota setiap bulan dikenakan biaya sewa pakai 10 persen dari harga jual mobil setiap tahun dan maksimal pemakaian selama 3 tahun saja.
“Setelah 3 tahun uang deposito bisa diambil semuanya dan bila nasabah ingin membeli mobilnya maka harus mengikuti lelang,” terangnya.
Dengan sistem ini, kata Yakobus, anggota koperasi atau masyarakat luas yang ingin memiliki mobil bisa tercapai tanpa harus kehilangan uang depositonya. Jangan sampai anggota hanya bermimpi memiliki kendaraan roda empat tapi tidak bisa terpenuhi hingga meninggal dunia.
Pintu Air juga, bebernya, selama ini sudah memiliki sebuah swalayan berlantai tiga di Maumere dan sedang ada rencana membangun sebuah swalayan di Kota Kupang. Selain itu, juga sedang dibangun pabrik air mineral kemasan di Maumere.
“Pembangunan pelabuhan laut dan pembelian kapal pengangkut barang tidak jadi dilaksanakan sebab izinnya susah sehingga lahan yang sudah dibeli seluas 2 hektar akan dibangun resort saja,” terangnya.
Selain membangun beberapa unit usaha, ke depan Pintu Air pun akan membangun kantor pusat berlantai tiga, pada bulan Maret 2017. Sejak didirikan hingga kini, Pintu Air tetap memberikan kemudahan bagi anggota untuk meminjamkan uang sebagai modal usaha.
| Ketua Koperasi Kredit Pintu Air, Yakobus Jano. |
“Kami berusaha agar anggota bisa sukses bahkan menjadi orang kaya dan untuk peminjaman uang di Pintu Air tidak ada jaminan seperti meminjam uang di bank,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary