RABU, 4 JANUARI 2017
MAUMERE — Jalan prioritas nasional yang merupakan salah satu jalan yang akan diusulkan menjadi jalan negara dan berada persis di pantai utara Flores, kerusakannya semakin parah akibat tergerus abrasi. Gelombang besar yang sering terjadi menyebabkan tanggul penahan gelombang pun hancur terkena hantaman ombak. Rusaknya jalan satu-satunya yang merupakan jalur bus antara Kabupaten Maumere dan Kabupaten Sikka di sebelah timur menuju Mbay Kabupaten Nagekeo di sebelah barat Pulau Flores harus ditempuh dalam waktu 5 jam perjalanan.
![]() |
| Ruas jalan prioritas nasional di Desa Magapanda Kabupaten Sikka yang rusak tergerus ombak. |
“Kami sudah sering mengeluhkan hal ini ke anggota DPR Pusat asal Flores, saat mereka reses dan bertemu warga namun sampai sekarang belum juga ditindaklanjuti,” ujar Gregorius Tasi.
Warga Kabupaten Ende ini mengakui, bila jalur jalan di beberapa titik yang rusak tergerus abrasi seperti di Kecamatan Magapenda Kabupaten Sikka dan di Maurole Kabuaten Ende serta beberapa ruas jalan di Kabupaten Nagekeo, maka waktu tempuh Maumere ke Mbay paling lama 3 jam.
Selain itu, tambah Goris, sapaannya, beberapa jembatan di Kabupaten Ende dan Nagekeo juga putus dan kalau saat hujan lebat air dari gunung akan mengalir deras ke laut membawa material banjir dan membuat jalan raya semakin mengalami kerusakan.
“Kalau tidak diperbaiki segera bisa jadi jalan akan putus dan warga Kabupaten Ende maupun Nagekeo yang berdiam di pesisir pantai utara Flores akan terisolir,” tuturnya.
Mansyur, warga Kabupaten Sikka yang ditemui sedang mengendarai sepeda motor di Magapenda mengakui, jalan trans utara Flores sepertinya tidak mendapat perhatian pemerintah dan dibiarkan telantar.
“Coba bapak lihat sendiri saja, rumput di sepanjang jalan negara sangat tebal dan pepohonan pun tumbuh subur hingga memakan sebagian badan jalan,” terangnya.
Kondisi ini, sebutnya, berbeda dengan jalan negara trans selatan Flores yang setiap tahun diperbaiki aspalnya bahkan rumput yang ada di kedua sisi badan jalan selalu dipotong.
![]() |
| Badan jalan mengalami penyempitan akibat dipenuhi rerumputan dan pepohonan. |
Disaksikan Cendana News, sejak dari Desa Kolisia A, Kolisia B, Magapenda hingga Reroroja, sejauh 30 kilometer arah barat kota Maumere pepohonan dan rerumputan tumbuh subur di kedua badan jalan. Ketika berada di tikungan kecepatan kendaraan diperlambat sebab kendaraan dari arah berlawanan sangat sulit terlihat. Bahkan di beberapa ruas jalan yang lurus ranting pohon terlalu menjorok ke jalan dan menghalangi pandangan.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
