HIV AIDS Renggut 177 Nyawa di Kabupaten Sikka

SABTU, 21 JANUARI 2017

MAUMERE — 177 warga kabupaten Sikka meninggal akibat terjangkit penyakit HIV dan AIDS sejak 2003 hingga 2016. Sementara persentase meninggal  sebesar 29,96 persen dari total penderita sebanyak 596 orang.
Workshop warga peduli AIDS yang ada di kabupaten Sikka
Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten Sikka, Yohanes Siga menjelaskan, jumlah penderita yang meninggal dunia bervariasi setiap tahunnya, dimana jumlah penderita yang meninggal terbanyak terjadi pada tahun 2014 yakni sebanyak 25 warga kehilangan nyawanya akibat penyakit ini.
“Dari 80 warga Sikka yang terdeteksi mengidap penyakit HIV dan AIDS sebanyak 25 warga meninggal dunia atau sebesar 31,25 persen sementara tahun 2015 korban meninggal hanya 16 orang dari total penderita sebanyak 75 orang,” ungkapnya saat ditemui Cendana News, kemarin.
Sementara itu, lanjut Yan, pada tahun 2016 jumlah korban yang meninggal dunia hanya 11 orang dari total penderita sebanyak 103 orang. Dari total penderita sebanyak 103 orang tersebut, jumlah penderita HIV sebanyak 53 orang sementara AIDS 50 orang.
Yohanes Siga, sekertaris KPA kabupaten Sikka
Dari total penderita sebanyak 596 sejak tahun 2003, tandasnya, penderita AIDS berjumlah 410 orang jauh meninggalkan penderita  HIV yang cuma 186 atau bila dipersentase hanya sekitar 31,2 persen. Bila menurut jenis kelamin, penderita laki-laki jumlahnya selalu lebih banyak dibandingkan perempuan.
“Untuk tahun 2016 saja laki-laki yang terinfeksi sebanyak 64 orang sementara perempuan hanya 39 orang dan ini disebabkan karena kaum lelaki lebih aktif melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan,” ungkapnya.
Distribusi menurut kecamatan pun terang Yan, peringkat pertama jumlah penderita sejak tahun 2003 hingga tahun 2016 masih tetap ditempati kecamatan Alok dengan 98 kasus, disusul Alok Timur dengan 84 kasus serta Nita dengan 55 penderita.
Peringkat 4 terbanyak ditempati kecamatan Alok Barat dengan 52 orang yang terjangkit penyakit ini disusul Kewapante dan Kangae dengan masing-masing penderita berjumlah 41 orang dan 34 orang.
“Yang menarik adalah kecamatan Nelle dan Waigete dimana di dua wilayah ini ditemukan masing-masing 26 warganya yang mengidap penyakit HIV dan AIDS sementara kecamatan Magepanda dan Talibura jumlah penderitanya pun sama yakni sebanyak  24 orang,” paparnya.
Yan juga menjelaskan, dari 21 kecamatan di kabupaten Sikka, kecamatan Waiblama dan Mapitara yang merupakan wilayah kecamatan yang berada jauh dari kota Maumere ditemukan jumlah penderita masing-masing sebanyak 4 orang.
Dirinya berharap para petugas kesehatan di puskesmas bisa lebih proaktif memberikan pemahaman dan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai penyakit HIV dan AIDS khususnya penularannya agar masyarakat di pedalaman semaki memahami apa itu penyakit ini.
“Kami berharap stigma dari masyarakat semakin berkurang bila mengetahui apa itu HIV dan AIDS dan orang yang mengidapnya nyawanya bisa tertolong bila memeriksakan kesehatan lebih dini dan menjalani pengobatan,” pungkasnya.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Lihat juga...