![]() |
| Tanaman karet yang dirombak untuk ditanami jagung. |
Faktor lain yang memaksanya memutuskan melakukan penebangan tanaman budidaya karet diantaranya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi segera sementara tanaman karet yang ditanamnya kurang produktif. Semenjak awal panen ia bahkan mengaku mulai menjual getah karet dari kisaran harga Rp9.000,- perkilogram hingga semakin turun diangka hanya Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram. Harga yang cukup memberatkan bagi kebutuhan hidup petani seperti dirinya yang mengaku harga beras perkilogram saat ini paling murah sekitar Rp7.800 perkilogram sehingga harga karet tidak bisa digunakan untuk membeli beras.
![]() |
| Lahan karet yang masih dipertahankan masyarakat. |
Pemilik kebun karet lain yang masih mempertahankan tanaman karet miliknya, Sulitiono, mengaku masih mempertahankan tanaman karet miliknya dengan harapan harga akan membaik. Meski menanam karet untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dirinya masih tetap memiliki kebun jagung dan kebun pisang. Ia bahkan berharap harga getah karet akan kembali bergairah minimial di atas Rp10 ribu per kilogram getah karet.
![]() |
| Proses pengolahan tanah untuk penanaman jagung. |

