RABU, 4 JANUARI 2017
MAUMERE — Sebanyak 4 ruang kelas SMPN 2 Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka rubuh akibat diterjang angin kencang dan hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Sikka, beberapa waktu lalu. Selain merubuhkan ruang kelas, angin kencang juga menyebabkan sebuah rumah warga di Dusun Duli Desa Reroroja rubuh dan satu rumah lainnya atapnya terbang terbawa angin. Selain itu sebuah bangunan rumah ibadah atau kapela atap sengnya juga terbang dihempas angin.
![]() |
| Ruang kelas yang ambruk akibat hujan lebat dan angin kencang. |
Demikian disampaikan Kepala Desa Reroroja, Bernadus Benhard Kelan, saat ditemui Cendana News di kantor desa, Rabu (4/1/2017) siang. Dikatakan Bernadus, ruang kelas yang rubuh merupakan bangunan sederhana yang dibangun secara swadaya dan bergotong royong antara sekolah dan para orang tua murid.
“Kami sudah sampaikan hal ini kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta Wakil Bupati Sikka saat melakukan kunjungan ke sini, “ ujarnya.
Carolina MK Jere, wali kelas 7A yang juga merupakan guru Bahasa Indonesia saat ditemui Cendana News di kantor Desa Reroroja mengakui, ruang kelas tersebut merupakan bangunan darurat. Dikatakan Carolina, ruang kelas yang rubuh merupakan kelas 7A, 7B, 7C dan kelas 8. Angin kencang tersebut berlangsung saat sedang libur sekolah sehingga tidak ada korban jiwa.
“Untung kejadiannya pas liburan sekolah sebab jika tidak maka pasti akan ada murid dan guru yang menjadi korban,” tuturnya.
Terkait bangunan rumah warga yang mengalami kerusakan, Bernadus menyebutkan, untuk rumah dan kapela yang atapnya rusak, warga sudah bergotong royong memperbaiki kembali sebab bahan bangunannya masih bisa dipergunakan. Sementara itu, lanjutnya, untuk satu rumah yang rubuh sampai saat ini belum dibangun kembali sebab mengalami rusak parah dan harus dibangun dari awal lagi sebab kerusakannya memang sangat parah.
“Saya tidak berani membuat laporan ke BPBD sebab takut warga menagih janji karena saat kejadian yang sama di desa kami bantuan tidak kunjung datang,” pungkasnya.
![]() |
| Bangku dan meja kayu yang masih tertimbun reruntuhan atap ruang kelas yang rubuh. |
Disaksikan Cendana News, bangunan ruang kelas yang rubuh masih tergeletak di tanah. Selain itu, bangku dan meja kayu pun masih berada di bawah tumpukan atap bangunan yang rubuh tersebut. Selain itu, pot-pot bunga juga masih berserakan di sekitarnya dan belum terlihat ada tindakan untuk menyelamatkan material bangunan maupun meubeler yang tertimpa bangunan atap.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
