SENIN 16 JANUARI 2017
SOLO—Harga cabai di Solo, Jawa Tengah, terus mengalami kenaikan yang cukup tajam. Hari ini (16/1/2017), cabai rawit merah di Pasar Legi Solo, menembus angka Rp95 ribu per kilogram. Pedagang mengeluh karena banyak pembeli mengurangi pembeliannya.
![]() |
| Salah satu sudut penjualan cabai di Pasar Legi Solo. |
Salah satu pedagang cabai di Pasar Legi Solo, Sumiyatun, mengatakan akibat harga cabai yang naik terus, ia kesulitan untuk menjualnya. Bahkan sejumlah konsumennya harus mengurangi jumlah pembelian. “Karena harga tinggi, mau tidak mau pelanggan mengurangi jumlah yang dibeli,” ucapnya kepada Cendana News, di sela-sela aktivitasnya berjualan.
Kenaikan harga cabai ini sudah dirasakan masyarakat Solo sejak beberapa bulan terakhir ini. Namun baru di awal 2017 ini, harga melambung hingga Rp95 ribu per kilogramnya. Padahal harga normal untuk cabai rawit kisaran Rp20 ribu per kilogramnya.
Menurut Sumiyatun, salah satu faktor penyebab naiknya harga cabai adalah cuaca buruk yang hingga saat ini masih terus terjadi. Akibat banyaknya petani yang gagal panen, dan stok kiriman cabai ke pasar Legi Solo berkurang. “Sementara permintaan bertambah,” jelasnya.
Saat ini Kota Solo hanya mengandalkan pasokan cabai dari luar kota, yaitu dari Jawa Timur. Namun akibat pasokan cabai yang akhir-akhir ini berkurang, membuat harga cabai melambung. Untuk cabai rawit menembus angka Rp95 ribu per kilogram. Angka ini diperkirakan masih akan terus naik jika pasokan semakin terlambat. Bahkan di tingkat pedagang pengecer harga cabai rawit sudah tembus Rp100 ribu per kilogramnya.
Pedasnya Harga Cabai bagi Konsumen
Sementara bagi konsumen kenaikan harga cabai dirasa sangat berat. Apalagi bagi mereka yang memiliki usaha makanan yang menggunakan cabai. “Saya harus mengeluarkan biaya lebih untuk tetap menjaga kosumennya,” ungkap Anik salah warga Solo.
Pengusaha katering di Solo itu menambahkan, untuk tetap mempertahankan pelanggan, ia harus mau mengeluarkan uang lebih. Yang dikhawatirkan Anik, jika kondisi harga cabai terus menerus tinggi, bagi pengusaha katering maupun sejenisnya akan sulit mempertahankan pelanggan. “Saat kita lakukan saat ini adalah berhemat. Tapi kalau terus menerus harganya begini, sulit untuk bertahan,” imbuhnya.
Tak hanya pengusaha katering, beberapa pengusaha makanan yang lain juga mulai mengurangi jumlah pembelian cabai, khususnya cabai rawit. Sementara untuk cabai merah harga masih di kisaran Rp50 ribu per kilogramnya.
Jurnalis: Harun Alrosid/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Harun Alrosid