KAMIS, 19 JANUARI 2017
MANADO — Dua hari Kota Manado, Sulawesi Utara, mendapatkan teror BOM dari orang yang tidak dikenal. Akibatnya, sejumlah tempat hiburan dan pusat perbelanjaan di Manado sempat ditutup sementara oleh pihak pengelola karena pihak Kepolisian dan aparat dari satuan Jihandak Brimob melakukan penyisiran di lokasi.
![]() |
| Tim Jihandak Brimob Polda Sulut saat melakukan penyisiran. |
Dari keterangan yang dihimpun di lokasi, teror BOM pertama diduga berasal dari salah satu akun media sosial yang beredar di masyarakat. Dalam akun itu menyebutkan, sejumlah tempat hiburan di Manado hingga ke kota lainnya di Sulut diancam akan diledakkan dan telah diletakkan sejumlah BOM yang siap meledak. Ancaman teror BOM pertama ini diterima masyarakat Rabu (18/1/2017) melalui akun media sosial.
“Torang lia ada akun di media sosial yang menulis akan meledakkan sejumlah mall di Manado hingga ke lokasi pariwisata. Karena ada di media sosial, akun itu sudah tersebar ke masyarakat dan pihak keamanan tadi langsung melakukan penyisiran di Mall Mantos. Namun tidak menemukan benda yang mencurigakan,” kata Winda, warga Sario Utara, pada Cendana News Kamis (19/1/2016).
Sementara itu, sore tadi teror BOM kembali dialami warga Manado. Bandara Sam Ratulangi mendapatkan ancaman BOM dari orang yang tidak dikenal. Polisi yang menerima laporan dari pihak bandara langsung melakukan penyisiran di lokasi bersama Tim Jihandak Polda Sulut. Akibatnya bandara sempat ditutup sementara untuk memudahkan pihak Kepolisian melakukan penyisiran di lokasi.
“Tadi penerbangan sempat delay karena ada penutupan bandara, saya yang harusnya berangkat pukul 15.45 WITA terpaksa di-under karena ada teror BOM. Tadi juga saya melihat banyak sekali Brimob bersama anjing pelacak di bandara, namun saya belum dapat informasi apakah ada bom yang ditemukan atau tidak,” ungkap Hendrik Kaunang, salah satu penumpang.
![]() |
| Suasana pengosongan bandara pasca teror bom. |
Hingga kini, puluhan aparat Kepolisian masih bersiaga di Bandara Sam Ratulangi, sedangkan puluhan awak media masih menunggu keterangan resmi dari pihak Angkasa Pura 1 Manado terhadap kasus teror bom tersebut.
Jurnalis: Ishak Kusrant/ Editor: Satmoko / Foto: Ishak Kusrant
