KAMIS, 19 JANUARI 2017
MALANG — Salah-satu alat inovasi yang turut dipamerkan dalam acara Expo Pendidikan dan Teknologi di Universitas Brawijaya adalah Atfire, yang berfungsi sebagai alat bantu untuk memudahkan nelayan dalam menangkap ikan. Alat tersebut merupakan karya dari 4 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB. Mereka adalah Riska Fatmawati, Moch. Naufal Irfansyah, M. Ali Dofir dan Irfan Thofiq Firdaus.
![]() |
| Riska Fatmawati dan alat hasil inovasi bersama timnya. |
Dilatar-belakangi masih kurang optimalnya tangkapan ikan oleh para nelayan yang disebabkan alat penangkapan ikan yang tidak efektif, sehingga justru mengakibatkan membengkaknya biaya operasional, membuat 4 mahasiswa UB tersebut tergugah untuk memproduksi alat bantu penangkap ikan yang dinamai Atfire.
“Atfire adalah instrumen alat bantu penangkap ikan yang berfungsi untuk membantu proses pengumpulan ikan saat pengoperasian alat tangkap oleh nelayan, sehingga mampu mengoptimalkan dan mempercepat proses penangkapan ikan agar hasilnya lebih optimal,” jelas Ketua Tim, Riska Fatmawati, kepada Cendana News, Kamis (19/1/2017).
Sistem kerja Atfire, yaitu dengan cara dimasukkan ke dalam perairan air laut dengan kedalaman kurang lebih 10 meter. Kemudian lampu Atfire dihidupkan dengan bantuan daya Accu 12 Volt dan mampu memendarkan cahaya hingga 300-400 Lux di dalam perairan, dengan panjang pemendaran mencapai 75 meter. Dari pemendaran cahaya yang dikeluarkan, akan mempercepat rangsangan fitoplankton untuk terkumpul.
Fitoplankton sendiri memiliki fungsi sebagai nutrien ikan target tangkapan. Dengan demikian akan memudahkan dan mengoptimalkan ikan target untuk ditangkap. “Kami sengaja menggunakan lampu LED untuk dipasang di Atfire, karena ketahanan panas lampu LED di perairan lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan lampu bohlam biasa,” terangnya.
Menurut Riska, Atfire sangat cocok digunakan untuk menangkap ikan-ikan permukaan yang menyukai cahaya, seperti ikan tuna, kembung, cumi-cumi maupun kepiting. Saat ini, Atfire sudah mulai dipasarkan Pasuruan, Trenggalek hingga Bali, dengan harga Rp. 1,5 Juta per unit. “Alat bantu menangkap ikan Atfire ini pernah mendapatkan medali emas dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Bogor tahun lalu,” pungkasnya.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : Koko Triarko / Foto : Agus Nurchaliq