Dokter Residen RSUP dr Sarjito yang Sempat Hilang Akhirnya Ditemukan

MINGGU, 8 JANUARI 2017

YOGYAKARTA — Dokter residen Obsgyn di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, dr. Nur Ruwaida Isnaini (29) alias dr. Aini atau dr. Isna yang menghilang secara misterius sejak 4 Januari 2017 lalu, akhirnya ditemukan di komoleks Pelabuhan Calaca Kecamatan Wenang Manado, Sulawesi Utara, Minggu (8/1/2017). Dokter FK UGM yang sedang menempuh pendidikan spesialis Obsetri Ginekolog atau spesialis kandungan di RS Sardjito tersebut ditemukan oleh keluarganya dalam kondisi kebingungan seorang diri.
Humas RS Dr Sardjito Heru Trisno Nugroho
“Saat ditemukan yang bersangkutan dalam kondisi bingung. Ia disitu seorang diri tidak tahu menunggu siapa. Yang bersangkutan saat ini diamankan di hotel Celebes kompleks pelabuhan Calaca Kecamatan Wenang, Manado, Sulawesi Utara,” ujar Humas RS Dr Sardjito Heru Trisno Nugroho, Minggu.
Heru menyatakan, ditemukannya dr Isna tersebut berawal dari pelacakan sinyal HP dari sebuah misscal yang masuk ke nomor keluarganya. Dari pelacakan diketahui nomer tersebut berasal dari Manado. Pihak keluarga langsung menuju ke Manado hingga akhirnya berhasil menemukan gadis asal Bogor tersebut.
“Dari informasi pihak keluarga, yang bersangkutan meninggalkan Jogja menuju Semarang lewat jalur darat. Lalu dari Semarang menuju Jakarta menggunakan pesawat. Anehnya namanya tidak muncul di daftar manifest penumpang semua maskapai. Begitu juga saat dia terbang dari Jakarta ke Gorongalo,” ujarnya.
Saat perjalanan dari Gorontalo menuju Manado yang bersangkutan diketahui sempat ganti nomor dan menghubungi orang tuanya. Meski hanya sebuah misscal, pihak orang tua memiliki firasat nomor tersebut berasal dari Isna. Hingga akhirnya orangtua dibantu pihak kepolisian, melacak keberadaan nomor tersebut dan langsung terbang ke Manado.
Disebutkan, besok pagi yang bersangkutan akan dibawa ke rumah orang tuanya dari Manado ke Jakarta, untuk ditenangkan pikiran dan kondisi psikologisnya. 
“Ia akan dibawa ke rumah orang tuanya kompleks taman Yasmin Raflesia, Bogor,” terangnya.
Heru sendiri menyatakan yang bersangkutan tidak memiliki catatan negatif saat menjalani proses pendidikan di FK UGM, termasuk dalam hal tes kesehatan. Yang bersangkutan bahkan dikenal sebagai anak yang baik, dapat bersosialisasi dengan baik dan memiliki banyak teman.
“Terkait sanksi disiplin belum diputuskan. Tentu yang bersangkutan masih kita beri waktu untuk menenangkan diri beberapa hari. Yang jelas soal sanksi pihak fakultas yang menentukan,” katanya.
Dr.Isna sendiri selama ini dikenal sebagai mahasiswa spesialis yang memasuki semester V. Dalam waktu sekitar 1,5 tahun lagi semestinya yang bersangkutan akan mendapat gelar dokter obsetri ginekolog atau ahli kebidanan. Yang bersangkutan selama ini dikenal masih lajang dan lama bertugas di Puskesmas Gorontalo.
Sebelumnya seorang dokter bernama Nur Ruwaida Isnaini, (29), dilaporkan hilang oleh keluarganya. Salah satu dokter resident di RS Sardjito tersebut dilaporkan mulai hilang kontak dengan keluarga sejak Rabu. Hingga Sabtu kemarin keluarga masih belum berhasil menemukan mahasiswa dokter spesialis FK UGM tersebut.
“Ini kejadian ke dua di Rs Sardjito. Sehingga kita ke depan akan lebih berhati-hati,” ujarnya.
Sebelum dilaporkan hilang, dr Aini atau Isna tersebut diketahui melaksanakan tugas jaga stase di RSUD Sleman Morangan, Rabu pagi. dr Aini juga sempat berada di RS Sardjito untuk mengumpulkan syarat yudisium. Namun dokter muda asal Bogor itu tiba-tiba hilang dan tidak ditemukan termasuk di tempat tinggal kosnya di Sendowo Blok D 71 Sinduadi, Mlati, Sleman. Nomor HP yang bersangkutan diketahui juga tidak aktif meski semat terlacak berada di Temanggung.
Keesokan harinya, dr Aini sempat mengirimkan pesan singkat dari ponselnya yang berpamitan kepada pihak keluarga untuk bepergian. Dia juga meminta keluarga agar tidak perlu mencari keberadaannya. Pesan dan fakta terbaru tersebut langsung dilacak, dan sinyal ponsel terlihat berada di Gorontalo. Sejumlah pihak sempat menduga yang bersangkutan terlibat dalam organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...