RABU, 4 JANUARI 2017
MAUMERE — Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Sikka akan melakukan pembangunan tiga ruang kelas baru di lokasi SMPN2 Reroroja kecamatan Magepanda yang roboh akibat diterjang angin kencang dan hujan lebat. [Baca juga: Empat Kelas SMPN 2 Reroroja Rubuh, Belum Ada Tindakan Lanjutan]
![]() |
| Ruang kelas SMPN2 Reroroja yang roboh diterjang angin kencang |
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten Sikka, Simon Subsidi mengatakan, untuk tahun 2017 Pemda sudah menganggarkannya di APBD untuk pembangunan tiga ruang kelas baru dan pengadaan meubeler. Ruang kelas yang rubuh merupakan bangunan darurat dan dibangun tahun 2015 oleh pihak sekolah dan orang tua siswa.
“Karena kelebihan siswa maka pihak sekolah dan orang tua siswa berinisiatif membangun sekolah darurat dengan biaya dari komite sekolah,” ujarnya saat ditemui Cendana News di kantornya, Rabu (4/1/2017).
Disebutkan, jumlah siswa di sekolah tersebut untuk tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 207 orang dan yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas yang roboh sekitar 112 orang.
![]() |
| Kepala dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten Sikka Simon Subsisdi |
Dikatakan, pada 2013 lalu, Dinas PPO Sikka sudah membangun sekolah tersebut dengan tiga ruang kelas baru, MCK, ruang guru, laboratorium dan pengadaan meubeler seperti bangku dan meja belajar kayu serta papan tulis dan lainnya.
Pada tahun 2014, pembangunan dilanjutkan dengan menambah satu ruang kelas, satu ruang guru, laboratorium dan rumah dinas guru beserta perlengkapan meubeler.
“Tahun 2015 pembangunannya kami lanjutkan dengan penambahan ruang guru, laboratorium dan rumah dinas guru,” terangnya.
Ditambahkan Simon, untuk kecamatan Magepanda terdapat dua buah sekolah menengah pertama (SMP) dimana satu sekolah lainnya merupakan SMP Satu Atap yang berada di desa Kolisia.
![]() |
| Ruang kelas SMPN2 Reroroja yang roboh diterjang angin kencang |
Untuk sementara waktu lanjutnya, kepala sekolah sudah diminta untuk segera membangun kembali ruang kelas darurat seraya menunggu pembangunan ruang kelas permanen oleh dinas PPO Sikka.
“Mungkin karena muridnya sudah semakin banyak sehingga kami juga perlu melakukan penambahan ruang kelas lagi agar semua murid bisa tertampung,”pungkasnya.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

