RABU, 18 JANUARI 2017
JAKARTA — BERITA FOTO — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Selain aspek ekonomi, lingkungan dan pendidikan, pemberdayaan Yayasan Damandiri menyentuh secara menyeluruh untuk aspek kesehatan masyarakat Bukit Duri dalam bentuk Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu atau Posyandu. Baik untuk warga lansia (lanjut usia) maupun balita (bayi usia lima tahun).
Posdaya Melati 1 RW 011 Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan binaan Yayasan Damandiri bersinergi dengan Posyandu RW 011 Bukit Duri yang kebetulan memang sudah berjalan sebelum Damandiri masuk ke Bukit Duri pada 2011. Khusus untuk Posyandu lansia, pelayanannya sama seperti Posyandu lansia di tempat lain pada umumnya. Ada sekitar 50-65 lansia yang sering dilayani di Posyandu lansia RW 011 Bukit Duri.
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Posyandu lansia Bukit Duri biasa dilakukan pada Selasa, pekan kedua setiap bulan. Atau bisa disesuaikan dengan jadwal dokter yang kebetulan hadir baik dari Puskesmas Kelurahan Bukit Duri maupun Puskesmas Kecamatan Tebet. Khusus di Bukit Duri, para kader Posdaya Melati 1 RW 011 menggabungkan juga Posyandu lansia dengan Program Keluarga Berencana (PKB).
“Unit pelayanan kesehatan masyarakat yang kerap datang ke mari dari Puskesmas Kelurahan, termasuk unit pelayanan keluarga berencana Bukit Duri,” sebut Trisno Budiarti, Ketua Posdaya Melati 1 RW 011, Bukit Duri, sekaligus kader Posdaya untuk bidang kesehatan kepada Cendana News, Selasa (17/01/2017).
Untuk lansia, biasa dilakukan tes kesehatan berupa penimbangan berat badan, mengukur kadar gula darah, kolesterol dan tingkat asam urat pasien lansia menggunakan fasilitas alat autocheck dari Puskesmas setempat. Bagi para ibu balita atau ibu muda yang mengandung anak pertama, diberi penyuluhan mengenai betapa pentingnya melaksanakan program keluarga berencana demi mengontrol kelahiran sesuai kemampuan ekonomi keluarga, terutama kemampuan kesehatan ibu itu sendiri untuk melahirkan. Turut diedukasikan juga alat pengaman hubungan suami-istri berikut mengontrol kelahiran bayi.
“Untuk jarak usia anak biasanya disarankan berjarak 5-6 tahun, landasannya adalah memperhatikan keadaan ekonomi keluarga, kemampuan atau kesehatan ibu untuk melahirkan serta bagi anak-anak akan lebih efektif jika seorang kakak mengayomi adiknya kelak dengan jarak usia yang tidak terlalu jauh,” terang Ruth Lasma dari Puskesmas Bukit Duri.
Untuk pemeriksaan kesehatan lansia dan program keluarga berencana Selasa kemarin, Posyandu RW 011, Posdaya Melati 1 turut didukung kehadiran unit kesehatan Puskesmas Kelurahan Bukit Duri, Ruth Lasma, serta unit PKB Kelurahan Bukit Duri, Nurhayati dan Mediawati. Angka pencapaian kesehatan lansia dari sekitar 60 orang pasien rutin, 95 persen terpantau sehat, sisanya terkena sakit ringan musiman seperti flu dan tidak enak badan. Namun untuk program keluarga berencana, masih butuh edukasi berkesinambungan.
Berikut dokumentasi yang dikumpulkan Cendana News tentang kegiatan Posyandu lansia serta balita di Posdaya Melati 1 RW 011 Bukit Duri.
Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw
![]() |
| Titin Sumartini (tengah) memeriksa ibu program keluarga berencana. |
![]() |
| (Berdiri kiri ke kanan) Mediawati dari keluarga berencana, Ruth Lasma Puskesmas Kelurahan Bukit Duri, dan Nurhayati juga dari program keluarga berencana. (Duduk dari kiri ke kanan) Hilma Rahmawati, Yuliati, Trisno Budiarti Ketua Posdaya Melati1, Watini, Yanti dan Titin Sumartini Bendahara Posdaya Melati 1. |
![]() |
| Ruth Lasma mengambil contoh darah lansia. |
![]() |
| (Kiri) Ruth Lasma memberi pengarahan kepada pasien lansia. (Kanan) alat periksa kesehatan lansia. |


