Buntut Pemukulan Mahasiswa, BEM Unismuh Makassar Tuntut Pihak Polrestabes Minta Maaf

SABTU, 14 JANUARI 2017

MAKASSAR — Aksi Bela Rakyat 121 yang juga digelar oleh mahasiswa di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menimbulkan reaksi baru. Pendemo menuntut pihak Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar meminta maaf, buntut dari kericuhan yang terjadi antara polisi dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh), sekitar pukul 16.45, Kamis (12/1).

Demo Bela Rakyat 121

BEM Unismuh bersepakat akan mengadakan aksi lagi di depan kampus untuk menuntut pihak Polrestabes meminta maaf dan oknum yang melakukan pemukulan dipecat dari jabatannya. Jika tuntutan tidak dilaksanakan, mereka akan terus melanjutkan aksi.

Wapres BEM Unismuh, Iyang Ebi Novita menyebutkan, mahasiswa mendapat perlakuan kasar dari beberapa oknum polisi ketika sedang melakukan orasi kemarin. Awalnya aksi berjalan lancar, namun entah mengapa aksi ini berujung ricuh antara mahasiswa Unismuh dan pihak kepolisian. 
“Tiba-tiba berapa polisi meringsek masuk kebarisan kami lalu memukuli dan menginjak kami dan menarik kami bahkan ada salah satu teman kami ada yang dibawa masuk ke ruangan baru dipukuli,” sebut Iyang menceritakan kejadian yang terjadi pada dirinya dan kawan-kawannya.
Gita Puspa Oktaviola [berhijab]

Gita Puspa Oktaviola yang juga Wapres BEM menambahkan, saat terjadi dialog anggota dan pimpinan dewan,  Ketua DPRD meninggikan suara dan emosi, dan masuk ke dalam ruangan.

“Saat ia masuk kedalam, saya melihat ada kode tangan dari dalam yang saya tidak tahu itu siapa, namun diduga kode untuk polisi,”sebutnya.
Disebutkan, setelah itu, polisi langsung berjejer dan langsung memukuli mahasiswa yang awalnya saling dorong mendorong. Ia pun hampir menjadi sasaran.
“Satu orang polisi pegang pundak saya dan mau meninju, namun ada bapak-bapak yang menariknya dan bilang perempuan ini,”katanya saat ditemui Cendana News, Jumat (13/01/17) di LT dua gedung Iqra Unismuh usai rapat terkait aksi mendatang yang akan di gelar, hari ini, Sabtu (14/01/17).
Dari kejadian ini, empat orang mengalami luka, Muh Syafril mengalami luka di bagian mata, Ambo’ Tang mengalami luka di bagian bibir, Adrian Winata selaku Jendral Lapang mengalami luka di bagian dahi. Semua korban ini melakukan visum di Rumah Sakit Haji di Jalan Daeng. Data hasil visum ini akan jadi alat bukti bagi mahasiswa untuk memperkaran kasus tersebut.
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar sendiri belum bisa dimintai keterangan terkait aksi pemukulan karena tidak berada di tempat.

Jurnalis : Nurul Rahmatuun Ummah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Nurul Rahmatuun Ummah

Lihat juga...