Bocah di Tangsel, Penderita Kanker Nasofaring, Belum Dapatkan Layanan Maksimal

JUMAT, 13 JANUARI 2017

TANGERANG — Ilham (10), sejak lahir memiliki kekurangan pada tubuhnya. Ilham hanya memiliki satu tangan. Namun dengan kekurangan yang ia miliki tetap mampu hidup normal sebagaimana anak seusianya. Ilham yang bersama orang tuanya tinggal di Jalan Masjid Darussallam RT 15 RW 11, Kedaung,  Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), kini duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 5 di Kota Tangerang Selatan.

Ilham (kiri).

Namun, bocah kecil ini kini mengalami ketidakberuntungan. Seharusnya untuk anak seusia Ilham sedang aktif bermain, kini sudah 3 bulan ia menderita penyakit yang cukup aneh. Rasa sakit pada bagian leher kerap dialaminya. Setiap hari ternyata rasa sakit itu menjalar menjadi pembengkakan pada bagian leher. Ia  didiagnosa dokter menderita kanker nasofaring. Kanker nasofaring adalah sejenis kanker atau tumor yang tumbuh pada nasofaring atau sistem pernafasan hidung bagian dalam hingga ke tenggorokan. Salah satu cirinya terdapat benjolan di bagian leher.

“Awalnya, didiagnosa penyakit gondongan. Namun, sudah 2 minggu tidak sembuh juga. Kembali saya membawa ilham ke Puskesmas. Tetap tak ada perubahan, lalu saya periksa ke klinik tidak sembuh juga. Akhirnya saya membawa ke RSUD Kota Tangerang Selatan. Saat itu Ilham harus dirawat untuk menjalani pemeriksaan THT serta di-scan. Terlihatlah hasilnya, ia terkena kanker nasofaring,” ungkap Adrian, ayah Ilham. Secara finansial, Adrian sangat terbantu dengan adanya Kartu  BPJS sehingga semua biaya pengobatan Ilham tercover tanpa harus mengeluarkan dana besar.

Ilham dengan benjolan di lehernya.

Setelah diketahui penyakitnya, Ilham harus menjalani beberapa observasi  ke RS Fatmawati.  Karena tidak adanya peralatan yang mendukung Ilham diminta ke Dr. Cipto Mangunkusumo guna melakukan pemeriksaan mulai dari mata, telinga, dan tulang untuk nantinya dilakukan tindakan terhadap kondisinya. Namun, proses observasi ini memakan waktu, mulai dari menunggu jadwal untuk Ilham dapat diperiksa sampai menunggu hasil. Padahal, seharusnya penyakit Ilham sangat membutuhkan tindakan dan penanganan sesegera mungkin, Ilham pun kerap kali merengek karena tak kuasa merasakan rasa sakit pada lehernya tersebut.

Kini Ilham lebih banyak menghabiskan waktu berbaring di tempat tidur, nafsu makannya pun turun drastis yang dahulu bobot tubuh Ilham 42 kg sekarang menjadi 32 kg.

“Yang saya harapkan saat ini adalah penindakan yang cepat terhadap anak saya Ilham. Saya tidak tega melihat Ilham setiap hari merintih kesakitan. Bahkan jika ada cara lain yang lebih ampuh untuk penyakitnya saya akan lakukan agar penyakit Ilham bisa segera diobati,” ujar Adrian.

Kondisi Ilham sekarang.

Penanganan yang terlalu banyak prosedur ini sungguh sangat memprihatinkan. Kurangnya peralatan medis yang ada di rumah sakit ataupun tenaga dokter ahli yang minim sehingga penderita penyakit serius seperti Ilham  tidak cepat mendapatkan penindakan dari pihak berwenang.

Jurnalis: Lya Septiarini / Editor: Satmoko / Foto: Lya Septiarini

Lihat juga...