KAMIS 4 JANUARI 2017
BANJARMASIN—Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan, Komisaris Besar Marsauli Siregar, menyatakan terus menggencarkan keterlibatan masyarakat untuk menekan peredaran narkoba di Kalimantan Selatan. Menurut dia, BNN mesti bekerja simultan antara pemberantasan dan pemberdayaan pada tahun 2017.
![]() |
| Kepala BNNP Kalsel, Marsauli Siregar (kiri) saat wawancara bersama wartawan usai pelantikan. |
Ia optimistis pelibatan masyarakat bisa menggerus permintaan narkoba. “Saya kira kami harus mulai berfikir bagaimana memberikan kekebalan kepada masyarakat, melibatkan semua komponen masyarakat untuk menekan peredaran narkoba agar pasar narkoba hilang,” ujar Marsauli Siregar usai serah terima jabatan Kepala BNNP Kalsel, Kamis (5/1/2017).
Marsauli mesti melibatkan semua pemangku kepentingan seiring makin meluasnya indikasi pemakai narkoba di kalangan anak muda. Ia berharap, keluarga dan pemerintah daerah berperan aktif ikut menangkal penggunaan narkoba. Marsauli mencontohkan maraknya peredaran narkoba di tempat hiburan malam sebagai sinyal bahwa permintaan barang haram itu masih banyak.
“Silahkan saja hiburan, tapi janganlah main narkoba di situ. Ya pasarnya itu, peredaran gelapnya di situ,” ujar bekas penyidik di Bareskrim Mabes Polri itu. Ia pun terus memperkuat tim interdiksi yang bertugas mengawasi pintu-pintu masuk narkoba lewat jalur darat, udara, dan laut. Kerja tim ini akan ditambah anjing pelacak. Perihal masih ada vonis ringan yang tidak membuat jera bandar narkoba, Marsauli menjawab,“Itu ranah pengadilan.”
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makkie, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menyokong tugas pemberantasan narkoba dan pil carnophen.
Haris Makkie sepakat bahwa mencegah peredaran narkoba jauh lebih penting ketimbang penindakan.
Itu sebabnya, ia mendorong peran aktif keluarga terlibat menekan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, Haris Makkie akan mengkaji peraturan daerah yang membahas penjualan lem untuk mempersempit penyalahgunaan lem dan pil carnophen. Ia berharap, generasi muda di Kalimantan Selatan bisa terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Narkoba dan zenith merusak mental generasi muda. Kami akan programkan tes urine meskipun tidak berjadwal, ini jadi kewajiban kita semua. Termasuk teman-teman wartawan ikut memerangi narkoba,” kata Abdul Haris Makkie seraya mempertegas kembali peran aktif keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Bekas Kepala BNNP Kalsel, Komisaris Besar Arnowo, memberikan catatan bahwa pengguna narkoba di Kalimantan Selatan tergolong mencemaskan seiring tingginya upaya rehabilitasi narkoba. Menurut dia, konsumen narkoba sudah menyasar anak-anak sekolah.
“Karena itu, pemda, kepala sekolah, guru, dan keluarga bersama-sama BNN terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Kalau sudah kecanduan narkoba, bisa jadi gila, ini PR berat,” kata Arnowo mengingatkan.
Arnowo meminta masyarakat tidak perlu ragu melapor ketika menemukan penyalahgunaan narkoba di sekitar tempat tinggal. “Jangan takut jadi saksi, masyarakat harus turut aktif,” ujarnya.
Jurnalis: Diananta P Sumedi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Diananta P Sumedi