RABU, 21 DESEMBER 2016
MALANG — Banyaknya kasus kemanusiaan yang belum terselesaikan dan mulai maraknya konflik suku, ras dan agama yang terjadi di Indonesia, mengindikasikan semakin berkurangnya implementasi nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat dan juga pemerintah. Dengan dilatarbelakangi berbagai permasalahan tersebut, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Indikator, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (FEB UB) menggelar lomba sekaligus pameran karikatur bertajuk Wujudkan Integritas Bangsa dengan Jiwa Pancasila di basement FEB UB.
![]() |
| Deni Ganda Wijaya inginkan adanya pameran karikatur sebagai refleksi nilai-nilai Pancasila yang dirasa kini memudar. |
“Kenapa kami mengadakan lomba dan pameran karikatur ini karena melalui gambar karikatur kita bisa menyentil dan sekaligus mengkritisi kondisi Indonesia saat ini, dimana implementasi dari nilai-nilai Pancasila dirasa sudah mulai memudar,” jelas Ketua Pelaksana Lomba, Deni Ganda Wijaya, kepada Cendana News, Rabu (21/12/2016).
![]() |
| Salah satu karya karikatur yang dipamerkan. |
Menurutnya, permasalahan-permasalahan yang menjadi latar belakang kegiatan ini seharusnya bisa diselesaikan dengan adanya implementasi dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan lomba dan pameran karikatur ini, setidaknya dapat menyadarkan masyarakat khususnya mahasiswa maupun pemerintah agar lebih toleransi dan menghargai sesama sehingga kita bisa menjadi negara yang benar-benar Bhinneka Tunggal Ika,” ungkapnya. Lebih lanjut Deni mengatakan, lomba karikatur tersebut dibuka untuk umum.
![]() |
| Karya karikatur yang cukup menggelitik tentang kondisi sekolah yang baru dibangun. |
“Ada 26 karikatur yang dipamerkan dikirimkan dari berbagai daerah di Indonesia,” terangnya.
Disebutkan, nantinya, juara 1 dari lomba tersebut mendapatkan sertifikat dan uang sebesar Rp 1,5 juta. Juara 2 mendapatkan sertifikat dan uang Rp 1 juta, dan juara 3 mendapatkan sertifikat maupun uang Rp 500 ribu.
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

