Satpol PP Razia PKL Alun-Alun Ponorogo

SELASA 20 DESEMBER 2016

PONOROGO—Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ponorogo menggelar razia penertiban gerobak milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Ponorogo, Selasa (20/12/2016). Para pedagang ini dinilai melanggar kesepakatan yang ada antara Ketua Paguyuban PKL dan Satpol PP, dimana didalam kesepakatan pedagang boleh berjualan bebas di alun-alun pada pukul 15.00-00.00 WIB. Selebihnya, para pedagang tidak boleh menaruh gerobak maupun peralatan dagang lainnya di sekitar Alun-alun Ponorogo.

Pengangkutan gerobak milik PKL.

Kasi Operasional Satpol PP, Sumartuji menjelaskan razia ini digelar untuk kembali menertibkan keadaan di sekitar Alun-alun. Karena banyaknya laporan masyarakat baik melalui Satpol PP maupun ke Bupati sendiri, bahwa masih ditemukannya gerobak milik PKL yang terlihat di sekitar Alun-alun Ponorogo.

“Kan sebelumnya sudah ada kesepakatan, harusnya itu dipatuhi. Kalau tidak dipatuhi ya terpaksa kami tertibkan,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi.
Kesepakatan yang tidak diindahkan, lanjut Sumartuji, bisa membawa dampak yang kurang baik bagi masyarakat. Nantinya para PKL bisa seenaknya menaruh barang dagangan maupun gerobak di alun-alun.
“Yang sudah terjaring ini nantinya gerobak akan kami bawa ke kantor Satpol PP, dan para pemilik disuruh buat surat pernyataan, jika nantinya ditemukan pelanggaran, gerobaknya akan kami sita dan tidak boleh berjualan di sini lagi,” tegasnya.
Salah satu PKL yang terjaring razia, Wijiono mengakui kesalahannya. Ia pun mengaku pasrah dengan gerobak miliknya yang diambil oleh Satpol PP.
“Kesepakatannya kan boleh berjualan dari pukul 15.00-00.00 WIB, kalau ada event di sini baru boleh bebas,” tuturnya.
Wijiono berjanji tidak akan menaruh gerobak maupun alat dagangnya di sekitar Alun-alun Ponorogo, ia menerima jika harus membuat surat pernyataan untuk tetap menaati kesepakatan yang ada.
Ditanya alasannya kenapa menaruh gerobak di Alun-alun, Wijiono menambahkan karena semalam Ponorogo diguyur hujan, sehingga ia harus buru-buru membersihkan alat dagangnya dan pulang.
“Baru kali ini, kami menaruh barang disini, karena semalam hujan.” pungkasnya.
Demi terciptanya Ponorogo yang aman dan tertib, penertiban PKL yang ada di Alun-alun pun dilakukan dengan membuat kesepakatan antara ketua paguyuban PKL dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.
Jurnalis: Charolin Pebrianti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Charolin Pebrianti
Lihat juga...