Rebung, Masakan Tradisional Khas Lombok yang Menggugah Selera

MINGGU, 04 DESEMBER 2016

LOMBOK — Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Pulau Lombok selain dikenal dengan keindahan destinasi wisata dan kekayaan seni budaya, juga kaya akan aneka ragam masakan dan kuliner khas masyarakat Suku Sasak.
Rebung saat diiris untuk dijadikan menu masakan
Rebung merupakan satu diantara sekian masakan khas Lombok yang paling banyak disukai dan diburu masyarakat termasuk wisatawan sebagai menu makan.
Rebung sendiri merupakan masakan sayuran yang diambil dari tunas bambu yang tumbuh di antara pohon bambu yang ada dan masih muda untuk dijadikan sayuran keluarga atau acara syukuran bahkan disajikan di warung atau rumah makan.
Rasanya yang lezat, membuatnya banyak diburu warga untuk dijadikan menu masakan, dengan cara dimasak menggunakan santan, sayur asam pedes maupun sayur bening.
Rebung sendiri bisa didapatkan hanya dua bulan dalam setahun saat musim hujan tiba dan baru bisa tumbuh pada musim hujan berikutnya dan biasanya ada tumbuh serta ditemukan di daerah pedesaan maupun kawasan hutan.
Kalau sudah musim, rebung biasanya juga akan banyak bisa ditemukan tumbuh di setiap pohon bambu yang tumbuh, maupun di setiap pasar tradisional yang dijajakan pedagang sayuran.
Rebung yang biasa dipetik, dijual dan dijadikan menu masakan oleh warga, maupun rumah makan ada tiga jenis, mulai dari rebung bambu petung, bambu biasa dan bambu berduri.
Rebung bambu petung dan bambu biasa paling vavorit dan disukai warga untuk dijadikan sayuran, karena rasanya yang enak dan gurih.
Rebung
Nah bagi anda yang mungkin penasaran dan ingin mencicipi kuliner tradisional rebung khas masyarakat suku Sasak Lombok, dari tunas bambu muda dan ada rencana liburan ke Lombok dalam waktu dekat, tidak ada salahnya mencicipi lezatnya rebung bambu tersebut.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi

Lihat juga...