SABTU, 17 DESEMBER 2016
JAKARTA — Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) meluncurkan Sekolah Buruh Perempuan dalam rangka memenuhi pelayanan kaum buruh di Indonesia, Sabtu (17/12/2016). Ketua Umum FBLP, Jumisih, mengatakan, Sekolah Buruh Perempuan juga diluncurkan sebagai upaya memperkuat serikat dan memenangkan kesetaraan.
![]() |
| Peluncuran Sekolah Buruh Perempuan. |
Sekolah Buruh Perempuan merupakan upaya untuk mengangkat pengalaman-pengalaman perempuan sebagai buruh, berpijak pada pengertian, bahwa setiap perempuan adalah sumber pengetahuan. “Sekolah buruh perempuan kami upayakan sebagai sumber inspirasi, sumber pengetahuan. Kami memilih untuk meyakini bahwa buruh perempuan mempunyai hak untuk bisa setara dengan laki-laki,” ujar Jumisih, dalam sambutan peluncuran Sekolah Buruh Perempuan di Gedung Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Plumpang, Jakarta Utara, Sabtu, (17/12/2016).
Menurut Jumisih, banyak hal menurut pandangan umum, menyatakan, jika buruh perempuan dianggap tidak mempunyai kekuatan, buruh perempuan mengalami diskriminasi di tempat kerja, bahkan gaji buruh pabrik pun tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Untuk itu, ia mengajak para buruh perempuan untuk bangkit dan dan terus berjuang bersama-sama melawan kekerasan berbasis gender di tempat kerja, karena dinilai banyak buruh mengalami korban kekerasan seksual, korban PHK.
Teman-teman buruh, kata Jumisih, harus fokus dan menyakini, bahwa perempuan punya kekuatan. Kekuatan itu adalah perempuan sanggup memiliki waktu dengan baik, saat tidur bekerja balik lagi ke rumah, berorganisasi. Hal itu membutuhkan waktu yang sangat konkrit.
“Kapan harus bekerja, kapan harus merawat anak, kapan harus berjuang. Insya Allah sekolah buruh perempuan ini menjadi sumber pengetahuan. Siapa bilang buruh perempuan itu bodoh, siapa bilang buruh perempuan itu tidak mempunyai kesanggupan? Ayo, masuk barisan, rebut kebebasan. Indonesia harus setara. Stop plangisasi di tempat kerja, tolak kekerasan seksual, dan mari wujudkan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari diskriminasi gender,” tegas Jumisih.
Selain dihadiri puluhan buruh perempuan, peluncuran Sekolah Buruh Perempuan dihadiri pula Ketua Pengurus YLBHI, Asfinawati, Peneliti Lembaga Informasi Perburuhan Sedane, Abu Mufakir, Pejuang Perempuan dan Pengurus Aliansi Jurnalis Independen Jakarta, Luviana, serta, Pengurus Federasi Serikat Guru Indonesia, Retni Listyarty.
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : Koko Triarko / Foto : Adista Pattisahusiwa