Percepat Pemulihan Sistem SulutGo, PLN Kirim Tower Emergency Menggunakan Pesawat Hercules

SENIN 5 DESEMBER 2016

MANADO — Mempercepat pemulihan sistem transmisi Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo (SulutGo) akibat tower 6 transmisi 150kV jalur Marisa-Isimu yang roboh pada hari Kamis (30/11/2016) pekan lalu, sehingga menyebabkan pasokan daya defisit sebesar 58MW. PLN mendatangkan tower emergency (menara darurat)  dari Makassar menggunakan pesawat Hercules A-1316.
Suasana pengiriman material tower emergency menggunakanpesawat hercules.
Proses unloading material di kawal langsung oleh Sugeng Hidayat manajer AP2B Sistem Minahasa didampingi Ronny Rumajar Deputy Manager Penyaluran PLN Suluttenggo untuk memastikan agar proses tersebut berjalan aman dan lancar.
“Sebelumnya proses unloading sempat terhenti sesaat karena hujan deras kembali mengguyur kota Gorontalo. 40 orang dikerahkan dalam proses unloading material tower emergency yang memakan waktu hingga 1,5 jam. Selanjutnya material dibawa menggunakan 3 unit low bed kontainer menuju lokasi robohnya tower 6,” kata Sugeng dan Rumayar.
Sementara itu Deputy Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah Suluttenggo Jantje Rau menegaskan, pada hari Sabtu (3/12/2016) kemarin PLN berhasil mengevakuasi daya sebesar 100MW dengan melakukan penjumperan sementara 1 line sehingga PLTG Gorontalo telah kembali ke dalam sistem Sulut-Gorontalo. Tower Emergency  ini dibutuhkan karena nantinya menara permanen akan di rerout atau direlokasi yang tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama, namun Pemda Provinsi Gorontalo sudah berjanji akan membebaskan lahan yang nantinya menjadi tapak tower transmisi yang direlokasi.
“Saat ini daya mampu pembangkit sistem Sulut-Gorontalo sebesar 401,87 MW sedangkan beban puncak sebesar 333,3 MW. Diperkirakan pasokan daya PLN cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Sulawesi Utara dan Gorontalo,” ungkap Jantje Rau.
Jurnalis: Ihsak Kusrant/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ishak Kusrant

Lihat juga...