Peduli Banjir di Bima, Mahasiswa NTB di Kota Malang Gelar Aksi Galang Dana

MINGGU, 25 DESEMBER 2016

MALANG — Bencana banjir bandang yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa hari lalu, rupanya mendapatkan perhatian khusus dari putra daerah NTB yang saat ini sedang menimba ilmu di Kota Malang, Jawa Timur. Mereka para mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) Lombok Barat menggelar aksi penggalan dana di area Car Free Day (CFD), Kota Malang, Minggu (25/12/2016).
Presean dalam aksi galang dana korban banjir di Bima di Kota Malang.
Ketua IKPM Lombok Barat, Andi, mengatakan, kegiatan itu merupakan aksi penggalangan dana yang ditujukan kepada masyarakat Bima yang menjadi korban banjir bandang. Sebagai putra daerah dari NTB yang sedang menimba ilmu di Kota Malang, katanya, ia ingin menunjukkan bahwa keberadaannya di Kota Malang bukan hanya untuk belajar. Tapi, juga tetap peka dan peduli dengan kondisi daerah asal.
Lebih lanjut ia mengatakan, dalam aksi penggalangan dana tersebut juga menampilkan ‘Presean’ yang merupakan salah-satu budaya dari daerah Lombok. Dalam Presean, dua orang laki-laki akan saling beradu kekuatan dengan menggunakan penjalin untuk memukul dan Ende (tameng) yang digunakan untuk menangkis serangan lawan.
“Para pemainnya disebut Pepadu, sedangkan wasitnya disebut Pekembar,” terangnya, sembari menambahkan, aturan dalam Presean tidak boleh memukul bagian perut ke bawah, tetapi diperbolehkan memukul bagian perut ke atas.
“Selain menampilkan budaya Lombok, kami bersama teman-teman mahasiswa dari keperawatan dan kedokteran juga menggelar konsultasi kesehatan berbayar bagi pengunjung CFD. Tetapi, mereka nanti membayar dengan seiklasnya, dan dana tersebut juga akan didonasikan kepada korban banjir bandang,” ungkapnya.
Menurut Andi, dari informasi yang didapatkan, terdapat kurang lebih 5 kecamatan yang terdampak banjir bandang dan ribuan masyarakat terpaksa harus diungsikan. “Melalui aksi penggalangan dana ini, kami berharap bisa sedikit membantu atau mengurangi beban para korban banjir bandang. Di sini kami tidak hanya membantu dengan doa, tetapi juga mengadakan aksi nyata melalui penggalangan dana tersebut,” pungkasnya.

Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : Koko Triarko / Foto : Agus Nurchaliq

Lihat juga...