Nunik, Pedagang Buku di Kampung Ilmu Surabaya Beromzet Jutaan Rupiah

MINGGU, 25 DESEMBER 2016

SURABAYA — Saat ditemui Cendana News, perempuan bernama Nunik Wahyuningrum sedang sibuk melayani para pembeli buku di stan buku miliknya. Perempuan yang akrab disapa Nunik ini merupakan satu dari sekitar 80 lebih pemilik stan buku yang ada di kawasan Kampung Ilmu di Jalan Semarang Nomor 55, Surabaya. 
Nunik Wahyuningrum (berjilbab) saat melayani pembeli.
Nunik mengatakan, usaha menjual buku ini telah dimulai dari tahun 2012. Awalnya, ia mulai dari membantu menjualkan buku di stan milik kakaknya. Dari niat membantu kakaknya itu, oleh kakaknya lambat-laun diajari mencari pelanggan, suplayer buku, dan teknik-teknik menjual buku. 
Pada awal tahun 2012, dibantu sang suami, Sofyudin, perempuan berusia 39 tahun ini mulai mencoba mendirikan stan sendiri. “Penyewaan stan di Kawasan Kampung Ilmu ini per bulan ditarik Rp. 40.000. Itu sudah termasuk uang kebersihan, uang sewa, dan uang listrik,” terang ibu satu anak ini, Minggu (25/12/2016).
Buku yang dijualnya pun bemacam-macam. Ada buku cerita anak, pelajaran, novel dan jenis buku lainnya. “Tapi memang di stan saya yang paling dominan itu menyediakan buku-buku terkait sejarah dan sastra,” katanya.
Di stan miliknya, Nunik mulai membuka stan dari pukul 08:00 – 18:00 WIB. “Selambat-lambatnya mungkin mulai buka dari jam sembilan pagi, karena masih harus mengantar anak ke sekolah,” ujarnya. 
Dalam sehari penjualan, Nunik mampu meraup pendapatan antara lima ratus ribu hingga satu juta rupiah. “Tergantung ramai atau tidaknya. Kalau pas ramai ya bisa dapat banyak,” kata Ninuk.
Menurutnya, waktu yang paling ramai itu saat menjelang awal masuk sekolah, dan waktu yang paling sepi ialah saat bulan puasa. “Ini kan menjadi mata pencaharian setiap hari. Jadi apapun kendalanya tetap dijalani dan disyukuri,” pungkasnya.

Jurnalis : Nanang WP / Editor : Koko Triarko / Foto : Nanang WP

Lihat juga...