Menelusuri Kampung Keris di Ujung Timur Pulau Madura

MINGGU, 04 DESEMBER 2016

SUMENEP — Kabupaten Sumenep yang merupakan daerah ujung timur Pulau Madura, Jawa Timur, dikenal memiliki kekayaan budaya yang hingga sekarang masih lestari, salah satunya adalah kampung keris di Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi. Dimana hampir keseluruhan masyarakat di desa tersebut menjadi perajin keris sejak dulu, bahkan di era modern ini aktifitas warga masih tetap dijalankan.
Perajin sedang mengolah besi yang akan dibentuk menjadi  keris
Sekilas ketika memasuki kampung keris yang letaknya berada di selatan Kota Sumekar ini belum tampak apa-apa, bahkan belum ada simbol apapun yang dapat menjadi petunjuk apabila ingin mengunjungi kampung keris. Namun ketika sudah masuk gapura desa setempat mulai terdengar suara gerenda yang digunakan para perajin saat sedang membentuk keris maupun suara besi ketukan palu ke pahat pengukir keris, karena setiap hari masyarakat rumah warga dipastikan ada proses pembuatan .
“Kalau di desa ini hampir seluruh masyarakat menjadi perajin keris, itu memang sejak dulu, karena keterampilan membuat keris tersebut diwariskan kepada generasinya, sehingga sampai sekarang tetap lestari. Sehingga warisan budaya peninggalan nenek moyang itu tetap dijaga dengan baik, makanya meskipun sudah zaman semakin maju, perajin keris di desa ini tidak berkurang,” kata Zainal (45), salah seorang perajin keris di Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Minggu (4/12/2016).
Disebutkan, membuat keris bagi masyarakat di kampung merupakan bentuk pelestarian warisan nenek moyangnya agar tidak hilang ditelan waktu di era kemajuan zaman, karena kelestarian warisan para nenek moyang itu juga akan berdampak positif terhadap generasi penerusnya. Hal itu terbukti dimana sekarang ini perajin keris yang ada bisa mendapatkan penghasilan dari karyanya membuat keris, maka selain melestarikan warisan budaya, pembuatan keris dapat menjadi penyokong ekonomi masyarakat setempat.
“Kami sejak dulu memang terus melestarikan warisan nenek moyang, sebab desa ini sudah dikenal desa yang memiliki banyak perajin keris, maka ini merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat yang perlu dijaga dengan baik. Jadi semakin lama perajin keris di sini akan bertambah banyak, sehingga tidak khawatir warisan nenek moyang tersebut akan punah,” jelasnya.
Perajin sedang mengukir keris
Biasanya para perajin keris tidak hanya membuat keris khas daerah ini saja, melainkan mereka juga mampu membuat berbagai keris khas daerah lain sesuai pesanan, konsumen hanya tinggal pesan sesuai yang diinginkan. Karena perajin keris tersebut sudah banyak mengetahui macam-macam pusaka yang ada segala penjuru, sehingga karya yang dihasilkan tidak lagi diragukan.
“Kalau perajin keris disini pasti bisa membuat sesuai yang akan dipesan konsumen, hanya tinggal bilang pusaka seperti apa yang diinginkan. Bahkan hasilnya tidak akan mengecewakan, itu terbukti sejak dulu sampai sekarang tidak pernah ada pemesan yang mengeluh atau protes terhadap karya perajin keris di desa ini,” terangnya.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul

Lihat juga...