Kodim 1613 Sumba Barat: Jadikan Hari Juang Kartika Sebagai Introspeksi Diri

KAMIS, 15 DESEMBER 2016

WAIKABUBAK — Peringatan Hari Juang Kartika tahun 2016 hendaknya menjadikan TNI AD umumnya dan Kodim 1613 Sumba Barat khususnya agar terus meningkatkan profesionalisme serta intropeksi diri untuk berbuat terbaik dan optimal untuk mengamankan dan menjaga pertahanan keamanan.
Upacara peringatan Hari Juang Kartika di Makodim 1613 Sumba Barat
Demikian disampaikan Dandim 1613 Sumba Barat Letkol Inf.Fifin Zudi Syaifuddin, S.Pd saat peringatan Hari Juang Kartika di lapangan Makodim 1613 Sumba Barat kota Waikabubak, Kamis (15/12/2016).
Dandim Fifin dalam amanatnya mengucapkan terima kasih kepada segenap komponen atas dukungan dan kerjasamanya, khususnya kepada TNI AD satuan Kodim 1613 Sumba Barat dalam bertugas menjaga pertahanan keamanan di wilayah kabupaten Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya.
“Tanpa dukungan dari bapak ibu, saudara sekalian rakyat Sumba, TNI AD tidak akan bisa berbuat banyak,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugas, kata Dandim Fifin, ada pribadi atau perorangan yang mengalami kekurangan dan itu wajar serta merupakan kodrat dari manusianya sendiri.
“Atas keterbatasan dan kekurangan itu kami segenap personil Kodim 1613 Sumba Barat mohon maaf. Tadi dalam amanat Kepala Staf AD disampaikan permohonan maaf walaupun secara institusi,” tuturnya.
Diharapkan, dalam memperingati Hari Juang Kartika tahun 2016 yang dilaksanakan dengan sederhana ini memberikan motivasi kepada Kodim 1613 Sumba Barat dalam mengemban tugas yang kedepannya tidak ringan tetapi semakin kompleks.
Secara nasional juga lanjutnya, situasinya sedikit memanas dan itu juga berpengaruh di daerah termasuk di wilayah Sumba ini. Tetapi dengan kekompakan dan semangat persatuan dan kepedulian itu, semua kita bisa hadapi secara bersama-sama.
“Kami menitip pesan agar kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan dan apabila ada hal yang terjadi. hendaknya kita selesaikan secara musyawarah dan saling koreksi diri sehingga semua bisa kita hadapi bersama,” ungkapnya.
Indonesia adalah negara Pancasila, negara yang menganut Bhineka Tunggal Ika sehingga apabila ada konflik atau masalah pinta Dandim Fifin, jangan dibesar-besarkan, jangan melihatnya dari institusi, kelompok, agama, suku, ras dan sebagainya.
Pemberian bingkisan kepada Purnawirawan dan Wakauri
Konflik atau masalah terjadi dari pribadi paparnya, tetapi adanya pihak tertentu yang mengaitkan dengan dengan suku, agama, ras sehingga masalah tersebut menjadi memanas.
“Kita semua harus mawas diri ,harus saling menjaga, menjalin persaudaraan, menciptakan kondisi yang damai serta aman dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Lihat juga...