Kantor Kwarcab Pramuka Sikka Memprihatinkan, Ketua Mabicab Pramuka Sikka Minta Bantuan Wakil Ketua Kwarnas

SELASA, 6 DESEMBER 2016
MAUMERE—Kondisi kantor Kwartir Cabang (Kwarcab) gerakan Pramuka Kabupaten Sikka sangat memprihatinkan. Sejak adanya gempa bumi dan tsunami tahun 1992 bangunan tersebut mengalami retak-retak dan kondisinya tidak layak dipergunakan. Kwarcab Pramuka Sikka sudah berulangkali mengajukan proposal bantuan dana ke Kwarnas namun usulan tersebut belum juga terealisir sehingga aktivitas dilakukan di sebuah bangunan sederhana berukuran kecil di sebelah barat.

Demikian disampaikan Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Kwarcab Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera kepada Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi NTT Lusia Adinda Lebu Raya, Senin (5/12/2016).
Dikatakan Ansar, dengan hadirnya Ketua Kwarda NTT yang juga merupakan Wakil Ketua Kwarnas diharapkan bisa mendengarkan langsung dan ikut memperjuangkannya.

Ketua Kwarda NTT (keenam kiri depan) didampingi Bupati Sikka dan pengurus Kwarcab Sikka.

“Kami sudah kirimkan proposal ke Kementrian Pemuda dan Olahraga serta Kwarnas namun belum juga disetujui. Kami akan kirimkan lagi dan kami minta Kwarda bisa mengetahui agar ikut memperjuangkannya,” ungkapnya.

Bupati Sikka ini juga menambahkan, meski dengan kondisi bangunan yang sederhana Kwarcab Sikka tetap berbuat yang terbaik. Kwarcab Sikka sejak bulan Oktober sudah menyelenggarakan kirab Pramuka mengelilingi 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka. Latihan dan kegiatan berkemah, lanjut Ansar, tetap dilakukan di halaman kantor Kwarcab Sikka  serta sudah disiapkan lahan yang luas di Kecamatan Waigete agar bisa menjadi bumi perkemahan yang bisa dioperasikan tahun 2017.

Bangunan kantor Kwarcab Sikka yang sekarang dipergunakan.

Sementara itu Lusia selaku Ketua Kwarda NTT berjanji akan memperjuangkan usulan dari Kwarcab Sikka sebab selaku Wakil Ketua Bidang Humas dan Protokol dirinya selalu berada di kantor Kwarnas minimal 3 sampai 4 kali dalam sebulan guna mengikuti rapat.

“Nanti saya akan sampaikan saat rapat sebab Kwarcab Sikka sangat berkembang dan selalu melakukan berbagai kegiatan pramuka meski dengan fasilitas minim,” ungkapnya.

Kantor Kwarcab Sikka yang lama dan mengalami retak-retak akibat gempa bumi tahun 1992.

Lusi berharap, para pengurus yang dilantik bisa bekerja dengan lebih baik lagi mengingat Kwarcab Sikka merupakan salah satu Kwarcab yang berinisiatif mengajukan permohonan agar gerakan Pramuka bisa diatur dalam sebuah undang-undang bukan dengan keputusan presiden.

“Waktu ada jambore di Sikka tahun 2010 berdasarkan usulan dari Kwarcab Sikka semua Kwarcab sepakat sehingga kami di Kwarda meneruskan usulan ini dan memperjuangkannya hingga lahir undang-undang pramuka,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...