Jelang Liburan Santri Pontren Ushuluddin Lampung Selatan Gelar Berbagai Kegiatan

JUMAT 23 DESEMBER 2016

LAMPUNG—Hari terakhir sebelum libur panjang diisi oleh para santri di pondok pesantren (pontren) terpadu Ushuluddin Desa Belambangan Kecamatan Penengahan dengan beragam kegiatan. Menurut Juhadi salah satu guru pembimbing di pontren tersebut mendampingi Kepala Pontren (mudir) Ushuluddin, H.Ahmad Rafiq Udin, sebelum para siswa berlibur beberapa hari di tempat asalnya,  mereka menyelesaikan ujian semester ganjil di pesantren tersebut.
Para santri membersihkan lingkungan pontren Ushuluddin sebelum libur.
Sebelum pulang para  melakukan berbagai kegiatan diantaranya bersih lingkungan, lomba olahraga antar kelas (class meeting), pembersihan kolam kolam ikan, pembersihan taman serta berbagai kegiatan lain.
Kegiatan tersebut menurut Juhadi dilakukan untuk semakin mempererat persaudaraan di antara para santri karena selama satu semester sibuk dengan aktivitas belajar. Sementara kegiatan bersih bersih dilakukan sebagai rutinitas harian.  Kegiatan bersih bersih skala besar dilakukan tiga hari sebelum para siswa sementara waktu meninggalkan pesantren tersebut untuk kembali berkumpul bersama keluarga.
Kegiatan perlombaan juga  digelar seperti sepakbola, voli, bulutangkis, catur serta perlombaan lain. Para  pemenang akan diumumkan pada malam perpisahan sebelum melakukan aktifitas liburan semester.
“Jenuh dengan kegiatan belajar aktifitas perlombaan, bersih bersih kelas bersama hingga bersih bersih skala besar di seluruh lingkungan pesantren rutin kami lakukan sebelum libur panjang karena pesantren akan ditinggalkan oleh para santri sementara waktu jadi harus bersih,” ungkap Juhadi saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (23/12/2016).
Kegiatan santri membersihkan lingkungan pesantren yang memiliki luas hektaran tersebut sampai ke ruas Jalan Lintas Sumatera . Para santri mulai melakukan aktivitas bersih bersih bersama mulai dari  membabat rumput, membersihkan sampah sampah hingga menata taman di depan pondok pesantren terpadu yang menjadi tempat menimba ilmu siswa mulai dari SD hingga SMA tersebut.
Para santri juga mengumpulkan sampah sampah yang sebagian berasal dari pengendara di jalan raya. Sampah yang dibuang sembarangan dikumpulkan dan dibakar oleh para santri untuk menciptakan kondisi bersih sebelum para santri berlibur.
Sebagian santri menggunakan hari hari terakhir menjelang libur panjang semester yang akan dimulai pada Minggu (25/12) mendatang hingga setelah tahun baru (1/1) tahun baru 2017 dengan kegiatan bermanfaat. Menurut salah satu santri, Aminah (13) dirinya masih duduk di bangku Tsanawiah (SMP) akan pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Way Kanan.
Sementara rekan rekan sesama santri pulang ke beberapa daerah di Provinisi Lampung. Selain menambah keakraban kegiatan antar kelas tersebut sekaligus menunjukkan kebersamaan sebagai santri yang akan terpisah beberapa waktu lamanya.
“Para santri di sini berasal dari wilayah seluruh provinsi di Lampung dan sebagian dari luar Sumatera diantaranya Banten dan Tangerang sehingga saat liburan akan terpisah dan akan kembali pada tahun depan,” ujar Aminah.
Sebelum pulang ke kampung halamannya untuk berlibur sebagian siswa menunggu para orangtua yang akan menjemput.  Sebelum pulang mereka dibekali dengan beragam ilmu yang telah dipelajari di pesantren untuk diterapkan dalam keluarga dan masyarakat.
Aminah mengaku salah satu hal yang dialaminya selama di pesantren adalah sikap kemandirian karena selama ini dirinya tinggal bersama keluarga dan berbagai keperluan disediakan keluarga sementara di pesantren semua hal harus dikerjakan secara mandiri.
“Ya kami selain melakukan pembersihan areal pesantren sebelum pulang juga dibekali berbagai amalan yang harus kami terapkan sebagai seorang santri agar menjadi contoh bagi masyarakat dan keluarga,” ungkap Aminah.
Selain itu kegiatan kegiatan bermanfaat di pesantren selama satu semester dan jelang kegiatan akhir belajar merupakan bekal yang harus dibawa ke masyarakat. Setelah sampai di kampung halaman yang berbeda beda, para santri bahkan memiliki tugas untuk mengajak anak anak usia sekolah yang berniat belajar di pesantren seperti mereka untuk memperoleh pendidikan keagamaan serta pendidikan umum dan menjadi pelajar yang mandiri.
Selain mengisi liburan dengan kegiatan bersama keluarga dan kegiatan yang bermanfaat menurut Aminah yang juga ketua kelas tersebut, para santri harus mengamalkan panca tausyiah mudir. Kegiatan Panca taushiyah mudir misalnya, memanfaatkan waktu sebaik baiknya, sucikan hati, pikiran dan perbuatan, jalin ukhuwah, gali potensi dan raih prestasi, berbuatlah dengan akhlak, ilmu dan ikhlas serta senantiasa mengucap syukur dan meningkatkan iman dan taqwa. Panca Tausyiah tersebut harus diamalkan selama berlibur agar liburan diisi dengan kegiatan bermanfaat. 
Suasana asri Pontren Ushuluddin.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...