IPI Lampung: Beberapa Kabupaten Belum Terjangkau Lampung Membaca

SENIN 19 DESEMBER 2016

LAMPUNG—Ikatan Pustawakan Indonesia (IPI) wilayah Lampung terus melakukan dukungan kepada para pegiat literasi di wilayah Provinsi Lampung terutama yang sulit dijangkau. Menurut Ketua IPI Lampung, Eny Amaliah, kegiatan pemberian atau donasi buku yang diberikan kepada sejumlah rumah baca merupakan upaya IPI Lampung menambah koleksi buku buku bacaan bagi rumah baca yang ada di wilayah yang jauh dari kota bahkan berada di wilayah pelosok.
Ketua IPI Lampung Eny Amaliah (kerudung kuning) bersama anak anak di rumah baca Suluh Harapan Insani.
Salah satu lokasi yang dikunjungi oleh IPI Lampung  adalah Rumah Belajar Suluh Harapan Insani di Desa Girimulyo Kecamatan Marga Sekampung, Rumah Baca Pelangi di Kecamatan Labuhan Ratu keduanya berada di Kabupaten Lampung Timur.
Eny Amaliah mengungkapkan selain anggota IPI Lampung kepedulian dalam dunia literasi juga melibatkan beberapa mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung. Salah satu bentuk keprihatinan yang diungkapkan oleh Eny Amaliah diantaranya akses untuk menuju ke Kecamatan Marga Sekampung harus melewati jalan yang rusak, becek saat hujan dan harus ditempuh hampir selama tiga jam dari Bandarlampung. Ratusan buku yang dibawa untuk didonasikan menurut Eny merupakan buku buku bacaan ilmu pengetahuan, cerita anak serta buku buku pendukung pelajaran sekolah.
“Sepanjang bulan Desember ini beberapa kabupaten telah kita kunjungi dalam rangka penyadaran gerakan literasi ke sekolah dan saat liburan kita juga menyasar ke beberapa rumah baca dan rumah belajar di pelosok dengan memberikan bantuan buku dari hasil sumbangan para donatur,”ungkap ketua IPI Lampung, Eny Amaliah kepada Cendana News, Senin (19/12/2016).
Selain harus menempuh perjalanan yang sulit Eny mengaku pegiat literasi seperti Lusia Yuli Hastiti penggagas rumah belajar Suluh Harapan Insani memiliki dedikasi yang tinggi untuk mengajar anak anak di desanya. Jauh dari kota, infrastruktur yang buruk bahkan harus menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk keluar dari desanya tak menyurutkan Lusia sebagai guru dan pegiat literasi untuk mencerdaskan anak anak di kampungnya sekaligus memberikan buku buku bacaan bermutu yang bisa digunakan untuk mengisi kegiatan liburan sekolah.
Selain ke rumah belajar Suluh Harapan Insani, IPI Lampung bersama mahasiswa IAIN Raden Intan juga memberikan ratusan buku ke rumah baca di Kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur. Bantuan ke Rumah Baca Plang Ijo atau Rumah Baca Pelangi juga dilakukan dengan memberikan bantuan ratusan buku bacaan. Pemberian bantuan buku tersebut diharapkan oleh IPI Lampung bisa menjadi bagian untuk mencerdaskan generasi muda di Lampung melalui gerakan IPI Peduli Donasi Buku untuk Lampung Membaca.
Lusia Yuli Hastiti selaku penggagas rumah belajar Suluh Harapan Insani mengungkapkan bantuan dari IPI Lampung membuat koleksi buku buku bacaan yang semula hanya ratusan kini menjadi ribuan buku jumlahnya. Buku buku tersebut selain dari IPI Lampung juga merupakan bantuan dari donatur lain dari wilayah Lampung dan luar Lampung.
“Meski masa liburan anak anak senang dan ini justru menjadi penyemangat bagi anak anak didik kami karena liburan mendapat buku bacaan baru mengisi hari libur tanpa harus ke sekolah,”terang Lusia Yuli Hastiti penggagas rumah belajar Suluh Harapan Insani.
Kegiatan donasi buku, menggiatkan literasi di pedalaman juga akan terus dilakukan oleh IPI Lampung, demikian diungkapkan Eny Amaliah yang mengaku dalam waktu dekat akan mengunjungi beberapa rumah baca di pedalaman Kabupaten Tanggamus. Ia mengaku dari sekitar 14 Kabupaten Kota di Lampung, beberapa rumah baca, sekolah di pedalaman sudah dikunjungi untuk menebarkan semangat literasi dan budaya membaca. Namun karena keterbatasan dan kesulitan akses, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubabar) hingga kini belum dikunjungi.
Akhir pekan ini IPI Lampung bahkan dengan program sama donasi buku akan dilakukan di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan, pada l 22 Desember, selanjutnya  24 Desember IPI Peduli akan mengunjungi rumah baca Ceria di Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tanggamus, rumah baca Suka Pintar di Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus, pada 29 Desember ke rumah baca di Kotamadya Metro dan dilanjutkan di Kabupaten Lampung Selatan.
Kepedulian kepada rumah baca oleh IPI Lampung tersebut ungkap Eny Amaliah sekaligus mendorong pemerintah daerah setempat untuk menyediakan sarana perpustakaan bagi masyarakat. Penggunaan anggaran dana desa (DD) serta anggaran dari pemerintah kabupaten di Lampung diharapkan dialokasikan sebagian untuk kegiatan penguatan literasi hingga ke pelosok pedesaan karena literasi sangat penting untuk mencerdaskan bangsa khususnya bagi anak anak usia sekolah.
Sebuah Rumah Baca di pelosok Provinsi Lampung
 Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi/ Dokumen IPI Lampung
Lihat juga...