Ini Dia, Dua Tempat Sate Terkenal di Ponorogo

JUMAT 16 DESEMBER 2016

PONOROGO –– Saat berkunjung ke Ponorogo tidak ada salahnya menikmati sate, di bumi reog ini ada dua tempat penjual sate yang terkenal. Pertama, Sate Tukri Sobikun dan kedua Sate Ngepos, Yatno. Meski keduanya berjualan karena usaha keluarga, keduanya memiliki keunikan tersendiri saat penyajian.
Depot sate Tukri Sobikun.
Sate Tukri Sobikun yang sudah ada sejak 1990-an ini menawarkan cita rasa sate yang berbeda dari yang lainnya. Selain rasa bumbu kacangnya yang khas dan resepnya hanya diketahui oleh keluarga saja, potongan satenya besar berbeda dengan yang lain. Pecinta kuliner sate bisa menemui depot sate ini di gang Sate, Jalan Kawu Gang 1 Nomor 43, Kabupaten Ponorogo. Jika kesulitan menemukan alamat ini, bisa dilacak melalui aplikasi Google Maps karena sate ayam ini menjadi langganan dari Istana Negara sejak jaman Presiden Soekarno. Kini, foto kunjungan Presiden SBY dan Jokowi dipampang di dinding rumah makan ini.
Sate Tukri yang diklaim ada sejak jaman penjajahan Belanda ini bila sate ayam umumnya dipotong-potong kecil lalu ditusuk berjajar, tapi di warung makan ini, daging ayam dipotong kecil memanjang, kemudian ditusuk. Satu tusuk hanya terdiri dari satu potongan kecil memanjang. Sate dihidangkan bersama lontong dan disiram bumbu yang terbuat dari kacang dan bawang yang sudah ditumbuk halus.
“Di warung ini, pengunjung bisa menikmati sepiring sate ayam dan lontong dengan harga terjangkau, namun dengan rasa gurih, daging yang lembut, dan sambal tidak terlalu pedas,” jelas salah satu karyawan, Yusuf Bachtiar (21 tahun) kepada Cendana News, Jumat (16/12/2016).
Depot yang buka dari pukul 05.00 – 21.00 WIB ini memberikan penawaran harga yang terjangkau untuk per porsi sate, sate daging ayam saja Rp28 ribu, sate campur (kulit, jerohan dan daging) Rp27 ribu dan lontong Rp4 ribu.
“Seporsi saja sangat mengenyangkan karena satenya besar-besar dan lontongnya berasal dari beras pilihan,” ujarnya.
Sentra sate yang terkenal lainnya di Ponorogo, ada di wilayah Ngepos, Kecamatan Ponorogo. Warung sate milik Yatno (53 tahun) ini buka mulai pukul 08.00 – 20.00 WIB ini ramai didatangi pecinta kuliner daging tusuk ini. Karena berada persis di jantung kota Ponorogo dan dekat dengan wilayah perkantoran.
“Di sini untuk sate per porsi dihargai Rp17 ribu dan lontong Rp2 ribu,” tuturnya.
Dalam sehari Yatno mampu menjual 500 tusuk sate, setiap akhir pekan dirinya mampu menjuak hingga 2 ribu tusuk sate. Saat menikmati sate di tempat ini, pengunjung dapat melihat proses pembakaran sate yang dilakukan di depan warung khas dengan angkringan yang dipikul.
Dibantu 8 orang karyawannya, Yatno mengaku bersyukur dengan pekerjaan yang dilakoninya sekarang karena mampu menghidupi keluarganya. “Kadang kalau saya capek atau ada urusan keluarga biasanya digantikan oleh anak saya yang pertama,” pungkasnya. 
Sate Tukri Sobikun yang siap disantap.
 Jurnalis: Charolin Pebrianti/Editor: Irvan Sjafari/Charolin Pebrianti
Lihat juga...