JUMAT, 30 DESEMBER 2016
YOGYAKARTA — Universitas Gadjah Mada melalui PT Gamatechno, berhasil mengembangkan aplikasi online untuk armada taksi yang ada di DIY. Pemanfaatan aplikasi yang diberi nama NAXI tersebut, dilakukan dengan menggandeng tiga pengelola taksi yakni PT Arga Surya Alam Perkasa, KSU Pataga, dan Rajawali Taksi.
| Direktur Gamatechno UGM, Muhammad Aditya Arif Nugraha, saat launching aplikasi NAXI di Bandara Adisucipto Yogyakarta. |
Direktur Gamatechno UGM, Muhammad Aditya Arif Nugraha, mengatakan, aplikasi ini dibuat khusus untuk operator armada taksi resmi, dan bukan taksi kendaraan pribadi. Adanya aplikasi NAXI ini diharapkan akan dapat memudahkan konsumen atau calon penumpang untuk memesan taksi selama berada di area DIY dan sekitarnya.
“Kita memilih mendukung teman-teman operator taksi resmi yang sudah ada. Kita memilih jalan yang berbeda dengan layanan aplikasi kendaraan pribadi,” kata Aditya dalam Soft Launching aplikasi NAXI di Bandara Adisucipto Yogyakarta, Jumat (30/12/2016).
Lebih lanjut ia mengatakan, keberadaan aplikasi ini memang tidak serta merta secara langsung akan meningkatkan jumlah layanan, namun setidaknya aplikasi ini paling tidak dapat memudahkan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengguna taksi.
Tidak jauh berbeda dengan aplikasi taksi online yang sudah ada sebelumnya, Aditya mengatakan, NAXI akan dikembangkan lebih jauh dengan bekerja sama pengelola hotel dan mall yang ada di DIY. Yakni melalui sistem pembayaran uang elektronik. “Dengan uang elektronik maka pembayaran menjadi lebih mudah. Aplikasi ini sudah kita siapkan ke arah itu,” katanya.
Menurut Aditya, aplikasi NAXI saat ini sudah bisa diunduh lewat smartphone android. Sehingga memungkinkan masyarakat menggunakan jasa layanan taksi lewat aplikasi tersebut. “Kita tahu sekitar 80 persen masyarakat sudah menggunakan smarphone android. Sehingga kami sangat antusias dengan aplikasi NAXI ini,” ujarnya.
Sementara itu Pimpinan Rajawali Taksi, Hosen, mengaku, menyambut baik keberadaan aplikasi buatan UGM tersebut. Menurutnya aplikasi online milik operator taksi ini akan dapat meningkatkan jumlah pemesanan jasa layanan taksi. “Tentu ini akan dapat menambah pendapatan sopir sekaligus mempermudah layanan pengguna taksi,”katanya.
Rajawali Taksi sendiri memiliki sebanyak 113 armada taksi. Dalam satu hari, setiap taksi sedikitnya mampu mengantarkan sekitar 6-7 kali penumpang dari atau menuju bandara.
“Jadi secara keseluruhan rata-rata kita mampu melakukan sekitar 600-700 jasa pengantaran,” katanya.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana