Forum Komunikasi Desa Siaga di Banjarmasin Tekan Kematian Ibu dan Bayi

RABU, 7 DESEMBER 2016

MARABAHAN—Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, mengumpulkan segenap pemangku kepentingan di bidang kesehatan asal dua kecamatan, Anjir Pasar dan Rantau Badauh, Selasa (7/12/2016). Mereka tergabung ke dalam Forum Komunikasi Desa Siaga.

Forum Komunikasi Desa Siaga di Banjarmasin berusaha keras menekan angka kematian ibu dan bayi.

Sekretaris Daerah Barito Kuala (Batola), Supriyono mengatakan, pertemuan ini bertujuan meningkatkan kemahiran petugas medis dan kader kesehatan untuk menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di wilayah sasaran. Ia menganggap, pertemuan ini sekaligus sarana membangun koordinasi dan kerjasama dengan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

“Salah satu sasaran strategis pembangunan Batola tahun 2012-2017 adalah pembangunan bidang kesehatan,” ujar Supriyono saat membuka kegiatan di Aula Selidah perkantoran Bupati Barito Kuala.

Di acara tersebut, narasumber yang hadir terdiri dari Sekdakab Barito Kuala, Supriyono, Kepala Dinas Kesehatan Barito Kuala, Sugian Nor, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Barito Kuala, Dahlan, dan instansi terkait di bawah Pemda Barito Kuala.      

Supriyono terus berupaya mewujudkan sarana pelayanan kesehatan yang mudah, murah, merata, dan memadai. Menurut dia, kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan yang baik bisa mendorong kesadaran tinggi, meluasnya kemampuan, keberdayaan, dan kemandirian masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Supriyono menganggap penting pemberdayaan masyarakat lewat pendekatan continum of care (CoC) yang diikuti program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan program Keluarga Sadar Kesehatan (KSK). Ia pun mendorong semua lapisan masyarakat turut berpartisipasi menyokong program kerja ini.

“Tentunya tidak dapat berjalan baik tanpa dukungan dan partisipasi aktif semua pihak, terutama seluruh komponen masyarakat yang menjadi objek sekaligus subjek utama dalam menunjang pencapaian tujuan keberhasilan pembangunan kesehatan,” demikian Supriyono menjelaskan.

Kepala Bidang Promosi dan Kesehatan Lingkungan Dinkes Barito Kuala, Arsiani mengatakan, kegiatan ini diikuti 76 peserta untuk menetapkan kesepakatan dalam upaya menurunkan AKI/AKB.

“Kami ingin kualitas layanan kesehatan di Barito Kuala semakin baik, termasuk hingga pelosok desa,” ujar dia.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...