SENIN, 5 DESEMBER 2016
SUMENEP—Salah seorang nelayan di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hilang akibat ada cuaca buruk secara mendadak. Kejadian tersebut bermula saat para nelayan yang ada di desa setempat sedang menghias perahu untuk kepentingan acara petik laut, namun secara tiba-tiba datang ombak besar 1,5 meter disertai angin cukup kencang dan nelayan yang ada di atas perahu terpaksa melompat untuk menyelematkan diri.
![]() |
| Suasana warga sedang berada di lokasi kejadian nelayan tenggelam. |
Tenggelamnya salah seorang nelayan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, di mana para nelayan yang sedang menghiasi perahunya melompat untuk menyelamatkan diri dengan membawa drum untuk bisa berenang ke bibir pantai. Namun sayang dari tiga orang melompat satu di antaranya hilang bernama Musahwi (40) hingga sekarang masih belum diketahui keberadaannya.
“Pada waktu kejadian banyak nelayan sedang menghias perahunya untuk kepentingan acara petik laut, tetapi ombak besar dan angin kencang datang secara tiba-tiba. Padahal sebelumnya kondisi ombak di perairan ini sedang landai-landai saja. Akibatnya sebagian nelayan berhamburan melompat berenang ke pinggir pantai, namun satu orang itu tak kunjung tiba ke pinggir pantai,” kata Taha (60), salah seorang warga Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Senin (5/12/2016) petang.
Disebutkan, bahwa dengan kondisi cuaca yang sudah tidak memungkinkan, para nelayan bersama perahunya berhamburan memindahkan ke tempat yang lebih aman, karena jika dibiarkan tetap bertahan khawatir perahu miliknya menjadi amukan ombak besar dan angin yang cukup kencang. Namun ada juga sebagian perahu yang masih ditinggal di laut, karena pemilik perahu memilih melompat berenang ke bibir pantai.
“Waktu ada ombak besar dan angin kencang di perahu itu ada empat orang, tetapi yang tiga orang melompat, namun dua orang bisa menyelamatkan diri. Dua orang yang selamat di antaranya Yanto dan Abdurrahman, sedangkan Musahwi (40) hilang sampai sekarang,” jelasnya.
Sampai saat ini warga dibantu nelayan masih terus melakukan pencarian terhadap korban tenggelam, bahkan sebagian warga juga melakukan penyisiran bibir pantai untuk mengetahui keberadaan korban tersebut.
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: Satmoko / Foto: M. Fahrul