KAMIS 29 DESEMBER 2016
MALANG — Terinspirasi dari tiga orang anaknya yang memiliki ketertarikan terhadap dunia binatang, Agung Sulistyo salah satu warga Malang mencoba mengahadirkan kebun binatang mini yang diberi nama ‘Lucky Zoo’ untuk memberikan edukasi mengenai dunia binatang kepada anak-anak.
![]() |
| Agung Sulistyo di lokasi pembangunan Lucky Zoo. |
“Awalnya setiap saya pulang ke rumah, mungkin karena anak-anak sering melihat acara mengenai binatang di televisi, mereka selalu membahas mengenai binatang seperti adanya hewan yang tidak minum, hewan yang memiliki kelamin ganda dan lain sebagainya. Dari situ saya kemudian memiliki ide untuk membuat ‘Lucky Zoo moving’ atau sebuah kebun binatang mini yang berpindah-pindah sehingga bisa di undang ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi mengenai binatang,” jelasnya. Kita bagi pengetahuan kepada mereka seperti jenis-jenis hewan, bagaimana cara memberi makan kepada hewan, apa yang boleh di makan atau tidak boleh dimakan.
“Sampai sekarang sudah ada sekitar 15-20 sekolah yang kita datangi. Tujuannya yaitu agar anak-anak teredukasi karena mendidik anak itu kan tidak selamanya tentang menulis, menggambar maupun membaca. Mengajari mereka untuk memcintai sesama makhluk juga diperlukan,” tuturnya.
Menurutnya, Lucky Zoo sudah berjalan selama tiga bulan dan nanti pada bulan Februari 2017, ia juga akan menghadirkan Lucky Zoo di Mall Dinoyo lantai tiga dengan luas lahan kurang lebih 35 meter persegi.
“Nantinya di lokasi tersebut akan ada hewan-hewan yang unik seperti Domba Australia, 15 jenis burung hantu, 5 jenis kelinci, ular, iguana dan berbagai jenis hewan lainnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, karena hewan yang dihadirkan kebanyakan dari para komunitas pecinta hewan jadi rencananya nanti setiap enam bulan sekali hewan-hewan tersebut akan di ganti,imbuhnya.
Lebih lanjut, Agung mengatakan untuk menjaga hewan yang ada di Lucky Zoo pihaknya akan mendatangkan pawang (keeper) hewan yang benar-benar ahli dan sudah bersertifikat. Keberadaan Lucky Zoo di Mall Dinoyo tersebut juga tetap untuk memberikan edukasi kepada
anak-anak cara merawat hewan.
“Untuk bisa berinteraksi dan belajar mengenai dunia hewan, nantinya pengunjung akan dikenai biaya berkisar Rp20-25 ribu. Tetapi bagi sekolah yang ingin mendatangkan murid-muridnya ke tempat kami, Rp5 ribu kita kembalikan ke sekolah,” ujarnya.
Sementara itu Agung menyampaikan bahwa di Lucky Zoo ada tiga konsep yang diutamakan yakni animal, botani atau pertanian dan daur ulang.
“Banyak komunitas dan teman-teman lainnya yang terlibat sekaligus menumpahkan mimpinya di Lucky Zoo,” terangnya.
Oleh karena itu disini anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai binatang tetapi juga mendapatkan ilmu mengenai pertanian serta daur ulang sampah. Bahkan mungkin konsep seperti Lucky Zoo ini baru pertama kalinya di Jawa Timur dan bisa juga menjadi icon kota Malang, pungkasnya.
Jurnalis: Agus Nurchaliq/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Agus Nucrhaliq