YOGYAKARTA — Di saat belasan ormas di Kota Yogyakarta menggelar aksi damai menyuarakan komitmen Kita Semua Bersaudara, pada waktu yang hampir bersamaan, di wilayah Kabupaten Bantul terjadi ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan, Selasa (1/11/2016). Bom tersebut meledak setelah secara tak sengaja terinjak kerbau milik warga Dusun Sawahan, Sumberagung, Jetis, Bantul.
Ledakan yang diduga kuat berasal dari sebuah bom rakitan di Dusun Sawahan, seolah menegaskan jika saat ini ancaman terorisme ada di sekitar masyarakat. Sebuah bom atau mungkin sengaja dimaksudkan sebagai ranjau, diketahui keberadaannya karena meledak ketika seekor kerbau milik warga setempat menginjaknya.
Bom meledak melesatkan puluhan paku dan mengenai seekor anak kerbau milik Subardi, warga Dusun Sawahan, yang sedianya hendak digiring menuju ke sungai untuk dimandikan. Puluhan paku terlihat menancapi tubuh bagian bawah dan kaki anakan kerbau milik Bardi.
Ditemui di rumahnya usai kejadian, Subardi menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB ketika ia hendak memandikan tiga ekor kerbaunya di sungai tempat biasanya ia memandikan kerbaunya. Namun, beberapa langkah saja menjelang sampai di sungai, tiba-tiba dua ekor kerbaunya lari tunggang langgang dan salah satu di antaranya menginjak sesuatu hingga meledak.
Beruntung, kata Bardi, saat ledakan itu terjadi ia berada agak jauh dari sumber lokasi sehingga terhindar dari lontaran paku-paku dari benda meledak yang diduga bom rakitan tersebut. Namun, anak kerbaunya terkena lontaran paku, sedangkan yang menginjak justru selamat.
Meski tak menimbulkan kematian, namun kerbau milik Bardi mengalami luka-luka dan sementara ini dirawat sendiri di kandangnya.
Sementara itu, petugas Kepolisian Resort Bantul didukung Tim Gegana Kepolisian Daerah DI Yogyakarta langsung mendatangi tempat kejadian. Garis polisi dipasang guna mengamankan tempat kejadian perkara guna penyelidikan lebih lanjut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Frans Tjahyono mengakui jika ledakan itu diperkirakan berasal dari bom rakitan. Hal demikian, menurutnya, didasarkan pada banyaknya unsur logam dan paku yang ditemukan. Hingga kini, petugas masih mendalami kasus tersebut.
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko